Berita Malang Raya
Tiga Maskapai Penerbangan Tambah Flight di ABD Saleh
Dengan tambahan flight itu, Garuda akan terbang tiga kali dari semua dua kali. Kemudian Sriwijaya Air terbang menjadi lima kali dari empat kali.
Penulis: Sylvianita Widyawati | Editor: Parmin
SURYA.co.id | MALANG - Tiga maskapai penerbangan menambah flight untuk angkutan Lebaran. Tiga maskapai itu adalah Sriwijaya Air, Citilink, dan Garuda Indonesia.
"Masing-masing satu flight," ungkap AR Firdaus, Kadishubkominfo Kabupaten Malang, Kamis (2/7/2015).
Menurutnya data itu diperoleh dari hasil rakor angkutan Lebaran yang dilaksanakan Rabu lalu. Dengan tambahan flight itu, Garuda akan terbang tiga kali dari semua dua kali. Kemudian Sriwijaya Air terbang menjadi lima kali dari empat kali.
Sedang Citilink jadi dua kali dari sebelumnya satu kali. Semuanya rute Jakarta-Malang.
"Sedang penerbangan Wings Air Malang-Bali tetap satu kali. Begitu juga Batik Air tidak menambah penerbangan," jelas dia.
Dengan tambahan flight, menurut Firdaus, arus lalin keluar masuk bandara bakal makin ramai. Apalagi jika diasumsikan calon penumpang diantar jemput memakai kendaraan pribadi. Sementara jalan menuju ke bandara tidak ada jalan alternatif. "Perlu dipikirkan rekayasa lalu lintasnya," katanya.
Menurut Firdaus, nantinya di kawasan bandara juga akan didirikan posko yang personilnya antara lain dari UPT Bandara Abd Saleh, Dishub dll mulai H-7 sampai H+7.
Terkait ketersediaan angkutan Lebaran lain, seperti bus, angkutan pedesaan katanya sudah siap.
Trayek bus Malang-Batu-Jombang ada 55 unit. Kemudian Malang-Batu-Kediri ada 35 unit. Dampit-Malang ada 31 unit, Dampit-Lumajang ada 20 unit, Dampit-Surabaya ada 38 unit.
Sedang angkutan pedesaan dari 57 trayek ada 840 unit. Selain itu juga ada angkutan bus AKDP yang melintasi Kabupaten Malang diperkirakan berjumlah 1070 unit.
Terpisah Bambang Kartika, Kabid Teknik Keselamatan Transportasi Dishubkominfo Kabupaten Malang menambahkan sudah ada penambahan patokan dan pemasangan EWS (Early Warning System) di perlintasan kereta api tanpa palang pintu. Lokasi dua titik itu di Singosari.
"Yang melakukan pemasangan Dinas Perhubungan Provinsi Jatim," kata dia. Dengan tambahan dua titik ini, maka sudah 13 titik perlintasan KA tanpa palang pintu yang diberi EWS. Sedang yang sudah ada penjaganya ada 24 perlintasan KA.
Sedang jumlah perlintasan KA yang melewati Kabupaten Malang ada 75 titik.
"Sekarang tinggal pengguna jalan untuk mau mematuhi rambu itu atau tidak," tuturnya.
Sebab tak jarang kecelakaan terjadi karena pengguna jalan tidak mau mematuhi rambu-rambu yang sudah dipasang. Sehingga kecelakaan terjadi antara kereta api dan pengendara motor/mobil.