Ramadan 2015

Ini Penyebab Harga Daging di Jatim Lebih Mahal daripada di Jakarta

#SURABAYA - Saat ini harga daging di pasaran Jatim rata-rata sekitar Rp 97.000 per kg. Sementara di Jakarta harga per kg hanya kurang dari Rp 80.000.

Ini Penyebab Harga Daging di Jatim Lebih Mahal daripada di Jakarta
daily mail
Ilustrasi daging sapi. 

SURYA.co.id | SURABAYA - Harga daging sapi yang dijual di Jatim ternyata lebih mahal dibandingkan di provinsi lain, seperti DKI Jakarta dan Jawa Barat.

Demikian disampaikan Kepala Dinas Peternakan (Disnak) Jatim, Maskur, Rabu (1/7/2015).

Menurut Maskur, saat ini harga daging di pasaran Jatim rata-rata sekitar Rp 97.000 per kg. Sementara di Jakarta harga per kg hanya kurang dari Rp 80.000.

"Harga daging di sini lebih mahal dibanding Jakarta, karena daging yang dijual di sini daging lokal semua. Sementara yang di Jakarta daging impor," tegasnya.

Meski harga lebih mahal, permintaan masyarakat Jatim terhadap daging lokal selama bulan puasa ini meningkat. Ini diketahui dari meningkatnya jumlah sapi yang dipotong di rumah potong hewan (RPH).

"Saat kemarin saya sidak di RPH Pegirian dan RPH Krian, sapi yang dipotong naik 5 persen dibanding sebelumnya," kata Maskur.

Setiap hari, sapi yang dipotong sebanyak 1.200 ekor. Jumlah tersebut memasuki bulan Juli ini, khususnya hingga Lebaran nanti diperkirakan naik lebih dari 50 persen.

"Kenaikan ini sebenarnya turun dibandingkan bulan Puasa tahun lalu yang naik sampai 100 persen. Sekarang turun akibat kondisi ekonomi yang melambat," katanya.

Sementara itu, memasuki Minggu kedua Puasa, berdasarkan pantauan tim Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Jatim, harga kebutuhan bahan pokok di berbagai pasar tradisional di Surabaya relatif stagnan dan stabil.

Harga beras IR 64 medium rata-rata Rp 8.600/kg, tepung terigu Rp 8.000/kg, daging ayam ras Rp 29.000/kg, telur ayam ras Rp 21000/kg, gula pasir Rp 11.500/kg, minyak goreng curah Rp 11.500/kg, dan daging sapi Rp 97.000/kg.

Kepala Disperindag Jatim melalui Kepala Seksi Bina Pasar dan Distribusi Bidang Perdagangan Dalam Negeri Disperindag M Hamid Pelu mengatakan, secara umum harga beberapa kebutuhan pokok di Jatim hingga minggu kedua Puasa masih stabil.

Penyebabnya, karena stok persediaan masih cukup banyak ditambah distribusi bahan pokok ke berbagai daerah cukup lancar.

"Selain itu operasi pasar bantuan ongkos angkut selama puasa juga efektif menjaga harga bahan pokok tetap stabil," jelasnya.

Penulis: Mujib Anwar
Editor: Yuli
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved