Berita Pamekasan

Diduga Dana Hibah di Pamekasan Salah Sasaran

“Untuk menghindari penerima dana hibah fiktif dan salah sasaran, hendaknya semua data penerima itu bisa dilihat secara online,” kata Apik.

Diduga  Dana Hibah di Pamekasan Salah Sasaran
surya/muchsin
BEBAS – Bupati Pamekasan, Achmad Syafii, menyerahkan remisi kepada napi Rudi Setiawan, asal Taman, Sidoarjo, yang langsung bebas, setelah menjalani hukuman penjara selama 4 tahun 7 bulan di Lapas Kelas II-A, Pamekasan.

SURYA.co.id|PAMEKASAN – Bantuan hibah Pemkab Pamekasan untuk guru ngaji, perbaikan musalla dan pondok pesantren (ponpes) yang dikucurkan pada 2015 ini ditengarai sebagian salah sasaran dan jatuh pada penerima fiktif.

Selama ini diduga Pemkab Pamekasan tidak memiliki data valid, sebagai acuan dalam memberikan bantuan hibah.

Sehingga kondisi ini dimanfaatkan oknum-oknum tertentu untuk mendapatkan keuntungan pribadi.

Bantuan dana hibah Pemkab Pamekasan melalui APBD 2015, dikucurkan untuk peningkatan tempat peribadatan, sebanyaki 947 musalla, 232 masjid dan 144 ponpes.

Rincian, untuk musalla sebesar Rp 4,7 miliar. Masjid Rp 2,2 miliar dan lembaga pendidikan/ponpes sebesar Rp 4,1 miliar.

Ketua Komisi IV DPRD Pamekasan, Apik, Selasa (30/6/2015) mengatakan, untuk memperkecil dan menghindari terjadinya bantuan salah sasaran dan munculnya penerima fiktif, hendaknya pemerintah melakukan verifikasi ulang terhadap semua penerima dana hibah.

Selain itu, lanjut Apik, pemkab secepatnya membuat database penerima bantuan hibah. Baik itu dari guru ngaji, musalla, masjid dan pondok pesantren (Ponpes). Ini penting, agar tudindan miring dugaan permainan dalam pemberian bantuan semacam iti tidak terus terjadi.

Menurut Apik, ia sudah mengusulkan kepada pemkab agar secepatnya dilakukan verifikasi ulang terhadap seluruh penerima bantuan hibah.

“Untuk menghindari penerima dana hibah fiktif dan salah sasaran, hendaknya semua data penerima itu bisa dilihat secara online,” kata Apik.

Apik menyayangkan, jika di antara dana hibah itu ternyata tidak tetap sasaran dan jatuh ke tangan penerima fiktif. Sebab selama ini masih banyak guru ngaji, musalla dan ponpes yang membutuhkan dana itu.

Halaman
12
Tags
Tlanakan
Penulis: Muchsin
Editor: Yoni
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved