Ramadan 2015

Awas, Makanan dan Minuman Tak Layak Beredar di Surabaya

#SURABAYA - Jenis mamin yang ditemukan tidak layak diantaranya caos, madu, dan sebagainya. 14 item mamin tak layak edar itu dibagi menjadi dua bagian.

Awas, Makanan dan Minuman Tak Layak Beredar di Surabaya
zainuddin
Petugas menata makanan dan minuman (mamin) tak layak edar di Pasar Genteng, Surabaya, Selasa (30/6/2015). 

SURYA.co.id | SURABAYA - Pembeli di pasar tradisional harus waspada. Tim gabungan pimpinan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Jatim menemukan 14 item makanan dan minuman (mamin) di Pasar Genteng, Surabaya, tidak layak edar, Selasa (30/6/2015).

Jenis mamin yang ditemukan tidak layak diantaranya caos, madu, dan sebagainya. 14 item mamin tak layak edar itu dibagi menjadi dua bagian, yaitu kondisi kemasan, dan masa kadaluarsa.

Mamin tak layak edar dari segi kondisi kemasan terlihat karena penyok atau berkarat. Sedangkan masa kadaluarsa yang ditemukan tim gabungan bervariasi. Mamin kadaluarsa paling lama yang ditemukan adalah tahun 2014.

Sedangkan mamin yang baru kadaluarsa adalah 28 Juni 2015.

Seluruh mamin tak layak edar ini langsung dimusnahkan di lokasi. Petugas minta kardus kosong kepada penjual atau pemilik toko. Mamin ini dibuka dan isinya dituang di kardus itu. Kardus berisi mamin tak layak ini kemudian dibuang ke tempat sampah.

Kasi Pengawasan Barang dan Perlindungan Konsumen Disperindag Jatim, Eka Setyabudi menyebutkan pemusnahan ini untuk memastikan pemilik tidak menjual mamin tak layak edar itu. Tapi petugas tidak memusnahkan seluruh mamin tak layak.

Menurutnya, pemilik sudah diminta memusnahkan sendiri mamin tak layak.

“Membongkar seluruh barang di toko kan butuh waktu. Kami percayakan mereka membongkar sendiri dan memusnahkannya,” kata Eka kepada Surya.

Eka mengklaim pihaknya sudah rutin mengawasi peredaran mamin di pasar tradisional. Tim gabungan selalu menyasar pasar tradisional sekali dalam sepekan. Sedangkan Disperindag sendiri turun ke pasar tradisional dua kali dalam sepekan.

Saat ditanya temuan mamin kadaluarsa sejak 2014 lalu, Eka memiliki jawaban sendiri. Menurutnya, pengawasan rutin itu tidak menyasar seluruh pedagang di pasar tradisional. Pihaknya hanya menuju beberapa pedagang untuk sampel.

Selain menerjunkan tim berpakaian dinas, ada juga tim yang tidak mengenakan pakaian dinas. Menurutnya, tim ini berfungsi untuk memantau toko atau penjual yang berbuat curang.

“Seperti di toko yang kami datangi hari ini. Kami kan harus cari informasi benar atau tidak ada mamin tak layak edar,” tambahnya.

Penulis: Zainuddin
Editor: Yuli
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved