Pemberantasan Korupsi
DPR RI Terus Pantau Kasus Dahlan Iskan
Terindikasi ada penyimpangan dana Corporate Social Responsibility (CSR) BUMN se-Indonesia yang dikelola Kementerian BUMN.
Penulis: Ahmad Faisol | Editor: Wahjoe Harjanto
SURYA.CO.ID | BANGKALAN - Komisi VI DPR RI Farid Alfauzi menegaskan, terus memantau perkembangan kasus dugaan korupsi pengadaan dan pembangunan gardu induk Jawa, Bali dan Nusa Tenggara yang menjerat Mantan Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan.
"Pimpinan (Komisi VI) kami tetap memantau dan mengikuti perkembangan kasus Dahlan Iskan," terang Anggota Komisi VI Farid Alfauzi usai menjadi pembicara dalam Sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan di Pondok Pesantren (Ponpes) Nadwatul Ishaqiyah, Desa Jambu, Kecamatan Burneh, Minggu (28/6/2015).
Ia menjelaskan, telah terjadi banyak penyimpangan pemborosan hingga triliun rupiah pada sejumlah spek pembelanjaan perangkat. "Ada beberapa yang memang tidak diketahui Dahlan Iskan. Kami tetap atensi kasus itu," jelasnya.
Dalam kasus yang ditangani Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta itu, dijelaskan Farid Alfauzi, juga terindikasi ada penyimpangan dana Corporate Social Responsibility (CSR) BUMN se-Indonesia yang dikelola Kementerian BUMN.
"CSR itu harusnya disalurkan masyarakat setempat terdampak kegiatan sebuah proyek. Tapi dikumpulkan dan dikelola untuk pencetakan sawah di Kalimantan dan mobil listrik. Keduanya tidak jelas," tutur pria yang juga menjabat Wakil Ketua Fraksi Hanura.
Ia menambahkan, kendati niat dan tujuan Dahlan Iskan baik, namun tidak sesuai dengan peruntukannya.
Baca selengkapnya di Harian Surya edisi besok.
LIKE Facebook Page www.facebook.com/SURYAonline
FOLLOW www.twitter.com/portalSURYA
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/faisol17_20150628_203137.jpg)