Berita Malang Raya

Kisah Mistin, Ibu Yang Mengajak Anak Berusia 10 Tahun Mengemis

IM tak berani berontak. Ia takluk dengan perintah ibunya demi menghidupi keluarganya. “Ayah juga bekerja sebagai pengamen,” imbuh IM.

Kisah Mistin, Ibu Yang Mengajak Anak Berusia 10 Tahun Mengemis
surya/adrianus adhi
Anggota Polresta Malang memeriksa puluhan gepeng, pengamen dan anak jalanan yang terjaring razia, Sabtu (27/6/2015) 

SURYA.co.id | MALANG – Wajah Mistin (35) berubah cemas saat berhadapan dengan polisi di Gedung Pertemuan Polresta Malang, Sabtu (27/6/2015) siang.

Penyebabnya, ia terancam dijebloskan ke penjara lantaran mengajak anaknya mengemis.

Kecemasan Mistin ini berawal saat ia ditangkap anggota Polresta Malang di pertigaan Jalan Kaliurang.

Kala itu ia sedang mengemis, serta mengamen bersama anak keduanya, IM (10).

Polisi yang menggelar razia penyakit masyarakat lantas menangkap dia, dan membawa mereka ke Markas Polresta Malang untuk didata.

Dalam pemeriksaan, Mistin mengaku sudah empat tahun melakoni pekerjaan ini bersama anaknya.

Walau demikian, pekerjaan dilakoni Mistin dan IM ketika bulan Ramadan tiba saja. Di hari biasa, ia berjualan cilok. Sementara anaknya, bersekolah.

“Kalau pas puasa kan tidak bisa jualan seperti ini. Makanya saya cari uang seperti ini,” jelas warga Jl Muharto, Gg 3 ini.

Penghasilan yang mereka dapatkan dalam sehari juga tergolong lumayan. Dia mengaku bisa mendapatkan uang hingga Rp 50.000 dalam sehari dengan mengamen, menggunakan alat musik yang ia buat dari tutup botol minuman.

Walau demikian, jumlah penghasilannya dalam sehari tadi juga harus dilakukan dengan kerja keras. Ia harus bekerja sejak pagi hingga sore.

Meski demikian, IM tak berani berontak. Ia takluk dengan perintah ibunya demi menghidupi keluarganya. “Ayah juga bekerja sebagai pengamen,” imbuh IM.

Dengan wajah lesu, dan sedikit mengeluarkan air mata, Mistin mengatakan pada anggota polisi perempuan yang tengah memeriksa identitasnya jika ia tidak ingin dipenjara.

Permintaan Mistin memang dikabulkan. Saat itu ia hanya diberi peringatan oleh polisi yang menangkapnya. Dia tidak ditahan, meskipun polisi melaporkan kejadian ini ke Dinas Sosial.

Kabag Ops Polresta Malang Kompol Nardi memaparkan ada 34 orang lagi yang polisi amankan dalam razia tersebut. Mereka diamankan polisi karena kedapatan bekerja sebagai pengamen, pengemis, dan tak memiliki tempat tinggal.

Baca selengkapnya di Harian Surya edisi besok
LIKE Facebook Surya - http://facebook.com/SURYAonline
FOLLOW Twitter Surya - http://twitter.com/portalSURYA

Penulis: Adrianus Adhi
Editor: Titis Jati Permata
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved