Jumat, 10 April 2026

Konferensi Pemuda Hakka Indonesia

Suku Hakka Wajib Ikut Bangun Bangsa Indonesia

Vinsensius Awey menanamkan pentingnya jiwa nasionalisme bagi generasi muda Hakka. Wujudnya adalah suku Hakka wajib ikut membangun bangsa Indonesia.

Penulis: Achmad Pramudito | Editor: Achmad Pramudito
surya/pramudito
Pembukaan Konferensi Pemuda Hakka Indonesia ke-2 ditandai pula dengan tiup lilin ulang tahun ke-195 oleh para sesepuh Perhimpunan Hakka Indonesia Sejahtera dan Perkumpulan Hwie Tiauw Ka Surabaya. 

SURYA.co.id | SURABAYA - Konferensi Pemuda Hakka Indonesia ke-2 tak hanya menampilkan AKP Happy Saputra SKom sebagai narasumber. Kegiatan yang diadakan di Santika Premium Gubeng Surabaya itu juga menghadirkan tokoh politikus, Vinsensius Awey.

Anggota DPRD Kota Surabaya ini pun menekankan pentingnya nasionalisme bagi pemuda keturunan Tionghoa tersebut. "Keberlangsungan kehidupan bernegara sangat tergantung pada kualitas generasi muda saat ini. The young today, the leader tomorrow (pemuda hari ini, adalah pemimpin bangsa masa depan),” cetusnya.

Karena itu, lanjut politisi dari Partai Nasdem ini, pemuda harus benar-benar mempersiapkan diri dengan baik berlandaskan semangat nasionalisme, pluralisme, cinta Tanah Air, setia pada bangsa dan negara, berintegritas, dan intelektual. “Yang tak kalah penting adalah pondasi keimanan yang kuat untuk menjadi pemimpin negeri ini yang berkualitas yang mewarnai segala ladang pengabdian baik di bidang pendidikan, pembisnis, pemerintahan, maupun politik,” urainya.

Awey mengingatkan pula, karena terlahir di Indonesia dan menjadi warga negara Indonesia, pemuda keturunan Tionghoa, khususnya suku Hakka punya tanggung jawab moral untuk ikut mewujudkan bangsa ini menjadi bangsa besar, dan sejajar dengan bangsa besar lainnya. “Bangsa besar yang menjadi kebanggaan kita bersama,” ucapnya.

Konferensi Pemuda Hakka Indonesia ke-2 adalah konferensi tingkat nasional pemuda Hakka se-Indonesia, dan yang menjadi panitia penyelenggara adalah Hwie Tiauw Ka Surabaya. Konferensi yang diikuti sekitar 350 peserta, termasuk para senior dan panitia pengawas itu berlangsung selama 3 hari (Kamis-Sabtu, 25-27/6/2015).

Selain seminar, kegiatan Konferensi Pemuda Hakka Indonesia ke-2 ini adalah outing ke Tugu Pahlawan dan Pasar Atom. "Sebagai sebuah sub etnis Tionghoa, Hakka terkenal etos kerjanya yang tinggi. Orang Hakka selama ini cukup banyak berperan bagi bangsa Indonesia, salah satunya adalah Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), Gubernur DKI Jakarta," ucap Hady Sutris Winarlim MSc, Ketua Panitia Konferensi Pemuda Hakka Indonesia ke-2.

Hady yang juga Ketua Seksi Pemuda Perkumpulan Hwie Tiauw Ka ini memberi contoh lainnya, yaitu AKP Happy Saputra, Kasatlantas Polres Gresik, Vinsensius Awey (Anggota DPRD Kota Surabaya). Narasumber lain yang dihadirkan di acara tersebut adalah Grace Tjandra Leksana, peneliti di Pusat Studi Bahasa dan Laman Batas Universitas Brawijaya, serta divisi pendidikan di Institut Sejarah Sosial Indonesia (Jakarta).

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved