Jumat, 17 April 2026

Pos Curhat

Pos Curhat di Surabaya Tersebar di Semua Kecamatan sampai Kelurahan

Ketua Pokja 1 PKK Surabaya Muzakir mengatakan, keberadaan pos curhat cukup membantu masyarakat, namun tidak bisa secara langsung dirasakan.

Penulis: Magdalena Fransilia | Editor: Yuli
citizen/eunike purwoningtiyas
Pos curhat di Putat Jaya, Surabaya 

SURYA.co.id | SURABAYA - Program pos curhat memang sudah terbentuk sejak 2009, dengan pilot project sekitar 5 kecamatan di Surabaya yakni Kecamatan Tandes, Benowo, Wonokromo, Sawahan dan Asemrowo.

Kemudian terus melebar masuk ke semua kecamatan pada 2010. Saat ini sudah turun ke tingkat Kelurahan, bahkan di RT/RW.

Ketua Pokja 1 PKK Surabaya Muzakir yang membidangi pos curhat mengatakan, keberadaan pos curhat ini cukup membantu masyarakat, namun tidak bisa secara langsung dirasakan keberadaannya.

“Memang mereka yang mengadu ada, tapi langsung ke tempat yang terdekat. Tidak saklek harus ke kelurahan atau kecamatan,” ungkap Muzakir pada Jumat (26/6/2015).

Pos curhat sejak awal dibentuk memang melibatkan semua unsur seperti PKK, Puskesmas, Tokoh masyrakat, unit PPA Polsek dan lainnya.

Untuk itu struktur kepengurusannya kurang lebih seperti camat atau lurah sebagai pelindung. Pembinanya merupakan kapolsek. Penanggung jawabnya Ketua TP atau PKK kecamatan, sekretaris serta semua anggota.

Nanis Cahirani, Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat (Bapemas) Surabaya mengatakan, pos curhat memang kini sudah merata di 31 kecamatan.

“Pos curhat ini awalnya bentukan PKK, lalu bersinergi dengan program Bapemas yang diberinama Pusat Krisis Berbasis Masyarakat (PKBM),” ungkap Ninis.

BKBM ini merupakan perpanjangan tangan dari Pusat Pelayanan Terpadu Perlindungan Perempuan dan Anak (PPTP2A) . Jadi PKBM ada di kecamatan, sedangkan PPTP2A ada di tingkat kota. Bapemas bertindak sebagai sekretariatnya.

Meski demikian penamaan itu sebenarnya berbeda-beda. “Seperti di kecamatan Sawahan nama pos curhat yakni Crisis Center, tapi semua itu tak masalah. Intinya tempat tersebut diperuntukkan khususnya bagi perempuan dan anak yang sedang menghadapi masalah sehingga mereka bisa curhat atau dibantu secara psikologis lewat konseling,” ungkap Nanis.

Yang terpenting PKBM selalu berusaha mencoba menangani setiap masalah, untuk masalah yang dirasa berat dan butuh penanganan yang serius maka akan diarahkan atau dirujuk ke PPTP2A.

Tags
pos curhat
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved