Ramadan 2015

Ini Cara Ponpes Bahrul Maghfiroh Sembuhkan Para Pecandu Narkoba

Tiap tahun, ada 50-100 pecandu narkoba yang berhasil disembuhkan di pondok itu.

Ini Cara Ponpes Bahrul Maghfiroh Sembuhkan Para Pecandu Narkoba
antar/zabur karuru
Ilustrasi barang bukti narkoba 

SURYA.co.id | MALANG - Menteri Sosial, Khofifah Indar Parawansa mengatakan konsep pembangunan tempat rehabilitasi sosial untuk korban Napza di tujuh kota di Indonesia berbasis pondok pesantren.

Para pecandu narkoba akan mendapat pengobatan secara fisik dan spiritual.

"Kami ingin para pecandu narkoba disembuhkan baik fisik dan mentalnya. Untuk itu, kami membangun tempat rehabilitasi untuk korban narkoba berbasis pondok pesantren," kata Khofifah saat melakukan teleconference dengan Sekda Kota Malang, Cipto Wiyono, di Pondok Pesantren Bahrul Maghfiroh, Kota Malang, Jumat (26/6/2015).

Khofifah memilih Pondok Pesantren (Ponpes) Bahrul Maghfiroh Kota Malang karena ponpes ini sudah melaksanakan rehabilitasi bagi pecandu narkoba.

"Lahan yang disediakan di Ponpes Bahrul Maghfiroh seluas 1,5 hektar. Tempat rehabilitasi ini nanti mampu menampung 200 orang. Mereka akan direhabilitasi selama enam bulan. Dengan begitu, tiap tahun targetnya ada 400 orang yang bisa direhabilitasi di tempat itu," ujarnya.

Pengasuh Ponpes Bahrul Maghfiroh, KH Lukman al Karim mengatakan siap membantu menyembuhkan para pecandu narkoba.

Sebenarnya, ia sudah menyiapkan lahan seluas 3 hektar untuk tempat rehabilitasi. Tetapi, luas lahan yang dibutuhkan hanya 1,5 hektar.

Dikatakannya, model terapi di tempat rehabilitasi ini nanti menggunakan metode kedokteran dan spiritual.

Menurutnya, yang paling terpenting di tempat rehabilitasi ini nanti menyembuhkan mental para pecandu narkoba.

"Mentalnya kami sembuhkan dulu. Untuk itu perlu pendampingan dari tokoh agama. Mereka akan selalu dilayani. Model seperti ini, kalau tidak di pondok pesantren tidak bisa," ujarnya.

Dikatakannya, di Ponpes Bahrul Maghfiroh selama ini juga sudah menjadi tempat rehabilitasi bagi para pencandu narkoba.

Tiap tahun, ada 50-100 pecandu narkoba yang berhasil disembuhkan di pondok itu. Menurutnya, metode penyembuhannya juga sederhana dan manusiawi.

Para pecandu narkoba dibuat lapar terlebih dulu. Setelah dalam kondisi lapar, para pencandu narkoba diberi makan. Makanan yang dihidangkan tentunya sudah diberi doa-doa.

"Membiarkan mereka sampai lapar itu bagian dari merenovasi mentalnya. Kalau fisiknya, kami juga menyediakan tukang pijit. Mereka juga kami beri minum air degan (kelapa muda) untuk menghilangkan racun di tubuhnya," katanya.

Baca selengkapnya di Harian Surya edisi besok
LIKE Facebook Surya - http://facebook.com/SURYAonline
FOLLOW Twitter Surya - http://twitter.com/portalSURYA

Penulis: Samsul Hadi
Editor: Titis Jati Permata
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved