Eksklusif Aplikasi Religi

Programmer Ini Penasaran Lihat Aplikasi Al Quran Beda Tampilan

Empat bulan Didats berjuang hingga aplikasi Alquran idamannya rampung pertengahan 2014.

Programmer Ini Penasaran Lihat Aplikasi Al Quran Beda Tampilan
surya/benni indo
Didats Triadi dan aplikasi Quranesia yang dikembangkannya. 

SURYA.co.id | SURABAYA - Dari kegemaran mengunduh berbagai aplikasi Alquran, lama-lama Didats Triadi menemukan ‘keganjilan’, yakni tampilan ayat-ayat kalam Tuhan di setiap aplikasi ternyata berbeda.

Didats lalu membandingkan Alquran versi aplikasi dengan yang cetak. “Tenyata beda. Yang beda bukan ayatnya, tetapi layout atau tampilan,” katanya.

Yang versi cetak, posisi ayat berada di lembar halaman yang sama, meski dicetak oleh penerbit lain.

Misalnya surat Albaqoroh. Pada halaman pembuka, hanya berisi ayat 1-5. Lalu ayat ke enam berada di lembar berikut

Sebaliknya, dalam aplikasi Alquran, ayat-ayat ditampilkan berurutan begitu saja. Sedangkan posisi ayat berada di lembar halaman berbeda-beda.

Misalnya, Surat Al-baqoroh, ada yang satu lembar halaman pertama langsung berisi 10 ayat atau lebih.

Setelah menemukan perbedaan, Didats Triadi merasa tertantang untuk menghadirkan aplikasi Quran, dengan tampilan halaman sesuai dengan yang versi cetak. Ini dilakukan untuk memudahkan pengguna.

Bukan saja dalam mencari surat dan ayat, tapi juga mencocokkannya dengan edisi cetak, yang penerbitannya dikontrol ketat oleh lembaga penashih atau korektor.

Didats yang memang programmer tertantang menekuni pembuatan aplikasi. Ia bekerja di perusahaan software PiXiL di Kuwait.

Empat tahun ia menjadi web developer di PiXiL. Lalu, tiga tahun mendapat tugas baru, yakni mengembangkan aplikasi untuk iOS. Di sini, ia punya banyak pengalaman.

Halaman
12
Penulis: Benni Indo
Editor: Titis Jati Permata
Sumber: Surya Cetak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved