Inilah Tips Chindar Jika Punya Masalah

Setiap punya masalah, Chindar selalu berbagi dengan orang lain. Jika di masa remaja curhat ke sahabat, kini dia banyak berbagi dengan suami.

Inilah Tips Chindar Jika Punya Masalah
surya/pramudito
Chindar Restu Desilina 

SURYA.co.id | SURABAYA - Menyendiri bukan kebiasaan Chindar Restu Desilina saat menghadapi masalah. Dia tetap berbaur dengan lingkungannya seperti biasa.

“Kalau ketemu orang biasanya justru memberi inspirasi, bahkan solusi atas masalah yang sedang saya hadapi,” kata Marketing – Sales & Corporate Comm Beeon Media Solution.

Bungsu dari tiga bersaudara ini mengaku tak terbiasa ngrumpi, apalagi berbagi masalah dengan sembarang orang. Ketika belum menikah, dia hanya curhat dengan sahabat dekatnya.

“Kini (masalahnya) ya terbagi dengan suami,” ucap perempuan kelahiran Balikpapan, 22 Desember 1977 ini.

Karena tak pernah memendam masalah yang sedang dihadapi, Chindar menegaskan tak pernah terpaku pada satu masalah. “Nggak pernah merasa stuck, nggak pernah sampai stres. Kalau pun mentok ya larinya ke Allah. Di ujungnya saya merasa ada kelegaan lantaran keikhlasan dan kepasrahan diri,” paparnya.

Untuk melepaskan diri dari rutinitas kesehariannya yang melelahkan perempuan yang gemar memasak aneka menu kesukaan suami ini aktif olahraga. “Saya biasanya fitness. Tapi, belakangan lagi ingin ikutan yoga juga,” kata Chindar yang selalu menghabiskan akhir pekan bersama keluarga.

Untuk mengurus rumah, lulusan Ilmu Komunikasi Universitas Airlangga ini menegaskan tak pernah memakai pembantu. “Yang dikerjakan di rumah kan nggak banyak. Untuk makan pun suami lebih senang kalau saya yang masak makanan kesukaannya yang pedas-pedas,” ujar perempuan yang berangan punya radio sendiri ini.

Perempuan yang gemar masak sop dan ayam goreng ini menepis anggapan bisnis radio tak punya masa depan. “Radio itu sebetulnya punya kekuatan besar. Tapi di Indonesia, radio seperti terlupakan dan sedikit tersingkir,” tuturnya.

Masalahnya, lanjut Chindar, adalah di pemanfaatan teknologi agar radio tak lagi konvensional. Chindar lalu memberi contoh, radio sekarang bisa juga striming sehingga bisa dinikmati secara luas dan tak hanya di lingkungan terbatas.

“Di Amerika, radio justru masih diperhitungkan,” cetusnya.

Penulis: Achmad Pramudito
Editor: Achmad Pramudito
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved