Eksklusif Aplikasi Religi

Aplikasi Gratis, Pandu Muslim Dunia Dari Gerdhu

Brian merasa perlu membuka kelas itu karena menurutnya sampai saat ini anak muda yang menguasai teknik koding Android masih sedikit.

surya/eben haezer panca
Fahriyal Afif (kanan) menggarap aplikasi mobile bersama developer lain dari Frizil Tech, Senin (22/6/2015). 

Untuk menambah khazanah menu Tausiyah, Afif juga rajin mengunggah ceramah para ustadz terpercaya, yang didapatnya lewat media sosial.

“Sekarang kan banyak ustadz yang juga memanfaatkan media sosial untuk menyampaikan ajaran Islam,” ungkapnya.

Brian Arfi Faridhi, founder sekaligus CEO Dhezign Online Solution menambahkan, ia berusaha menanamkan nilai Islami, baik terhadap karya aplikasi maupun suasana kerja di markasnya.

“Kami juga berupaya menerapkan kultur Islami. Selain bekerja, ibadah juga harus tetap jalan,” tuturnya.

Hal itu diwujudkan dengan mewajibkan para staf break bekerja untuk salat, begitu suara adzan mengalun.

“Kalau tidak salat, uang makan dipotong,” tutur cowok yang belajar teknik pemrograman secara otodidak ini.

Ramadan ini, Brian dan awak Firzil punya agenda istimewa. "Setiap dua atau tiga minggu menjelang Ramadan, kami selalu mengupayakan membuat aplikasi baru,” katanya, Selasa (23/6/2015).

Karya arek-arek Surabaya ini sekarang bisa diunduh gratis di Google Play Store. Setidaknya ada delapan aplikasi Firzil yang saat ini bisa diunduh dan dipindahkan ke gadget.

Ada aplikasi Tausiyah (ceramah), Doa-doa Harian sesuai Sunnah, Panduan Shalat, Quick Mosque (peta petunjuk lokasi masjid) , Radio Sunnah Indonesia, Last Ayat, Prayer Chart for Tablet, dan yang terbaru Ramadhan 2015 App (panduan ibadah Ramadan).

Untuk mendorong tumbuhnya developer-developer muda, Firzil membuka kelas Android.

Khusus untuk perempuan, Firzil membuat kelas Android Muslimah. Pengasuhnya istri Brian sendiri, Yuanita. Sementara untuk pria, Firzil membuka kelas Pemrograman PHP.

Brian merasa perlu membuka kelas itu karena menurutnya sampai saat ini anak muda yang menguasai teknik koding Android masih sedikit.

Sebenarnya, di sekolah maupun kampus, pendidikan developer aplikasi itu sudah bermunculan.

Namun, kata Brian, kebanyakan kurikulum masih belum bisa mengakomodasi kebutuhan pasar.

Para lulusan TI (Teknologi Informasi) yang kemudian bekerja sebagai programmer pun, sebagian besar masih belum bisa melakukan koding.

Baca selengkapnya di Harian Surya edisi besok
LIKE Facebook Surya - http://facebook.com/SURYAonline
FOLLOW Twitter Surya - http://twitter.com/portalSURYA

Sumber: Surya Cetak
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved