Permintaan Brem Madiun Meningkat 5 Kali Lipat
Beruntung saat permintaan meningkat dalam kondisi cuaca kemarau sehingga sangat muda untuk mengeringkan brem sebelum dikemas.
Penulis: Sudarmawan | Editor: Wahjoe Harjanto
SURYA.CO.ID | MADIUN - Puluhan produsen brem asal Desa Kaliabu, Kecamatan Mejayan dan Bancong, Kecamatan Wonoasri, Kabupaten Madiun, kerepotan memenuhi permintaan brem yang meningkat 5 kali lipat menjelang Lebaran 2015.
Setiap indutsri rumah tangga, rata-rata mulai memproduksi 1 kuintal beras ketan untuk diolah menjadi tape dan menjadi brem dalam bentuk kemasan dan paketan kotak-kotak memanjang.
"Memang permintaan setiap Ramadan hingga menjelang Lebaran atau paska Lebaran naik setiap tahun. Paska itu permintaan normal lagi dan malah terkadang sepi," terang Ny Jairah, salah seorang produsen brem asal Desa Kaliabu, Kecamatan Mejayan ini kepada Surya, Rabu (24/6/2015).
Ny Jairah mengaku, pada hari biasa hanya memproduksi 1.000 bungkus brem, akan tetapi sejak awal Ramadan hingga Lebaran Tahun 2015, bakal memproduksi 5.000 bungkus per hari.
Rencananya, hasil produksi itu akan dikirim untuk para pemesan dan tokoh oleh-oleh yang ada di wilayah Kabupaten dan Kota Madiun, Kediri, Nganjuk dan Jombang.
"Meski permintaan tinggi tapi maksimal kami mampu memproduksi sebanyak itu lantaran bahan utama dari brem ini sebenarnya sari tape beras ketan itu. Makanya sebelum dijadikan brem beras ketan itu kami jadikan tape dahulu," ungkapnya.
Produsen brem lainnya, Sulastri menegaskan, di Madiun ada sekitar 100 produsen brem yang terbagi di dua wilayah desa, sebagian di Desa Kaliabu, Kecamatan Mejayan dan sebagian di Desa Bancong, Kecamatan Wonoasri yang masih berbatasan.
"Sejak jaman nenek moyang kami meningkatnya hanya saat Lebaran. Karena selain bisa digunakan oleh-oleh juga bisa dijadikan hidangan tamu di meja," tegasnya.
Tri mengaku beruntung saat permintaan meningkat dalam kondisi cuaca kemarau sehingga sangat muda untuk mengeringkan brem sebelum dikemas.
"Untungnya sejak permintaan naik seperti ini, sudah tak ada turun hujan. Kalau hujan tinggi jelas kami tak bisa memenuhi permintaan yang selalu naik tajam saat menjelang Lebaran," pungkasnya.
Baca selengkapnya di Harian Surya edisi besok.
LIKE Facebook Page www.facebook.com/SURYAonline
FOLLOW www.twitter.com/portalSURYA
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/wawan25_20150624_194056.jpg)