Ramadan 2015
Ketua PWNU Jatim Heran Tidak Ada Fanatisme Pasar di NU
#SURABAYA - Bazar NUsantara Ramadhan itu akan digelar hingga menjang Lebaran. Ada sekitar 100 stan dari berbagai jenis usaha, kerajinan, dll.
Penulis: Nuraini Faiq | Editor: Yuli
SURYA.co.id | SURABAYA - Ketua Tanfidiyah PWNU Jatim, KH Mutawakkil Alallah menantang para pengusaha dan entrepeneur Nahdlatul Ulama (NU) untuk menjadi pelaku ekonomi.
Tujuannya, warga nahdliyin (sebutan warga NU) tidak hanya menjadi objek market. Para nahdliyin harus menjadi pelaku pasar.
"Ramadhan dan Lebaran adalah momentum. Perputaran uang tertinggi ada di sini. Nahdliyin harus masuk di dalamnya. Bazar NUsantara Ramadhan ini tepat sebelum kita menggelar Muktamar di Jombang," ucap Mutawakkil saat membuka bazar di kantor PWNU Jatim, Rabu (24/6/2015).
Bazar NUsantara Ramadhan itu akan digelar hingga menjang Lebaran. Sekitar 100 stan dari berbagai jenis usaha, kerajinan, makanan olahan, hingga baju digelar di sini. Kebanyakan mereka adalah para ibu-ibu Fatayat dan Muslimat, anggota Badan Otonom NU.
Kegiatan Bazar NUsantara itu digelar olej Lembaga Perekonomian NU (LPNU) Jatim. Lembaga ujung tombak pengembangan perekonomian NU di Jatim ini diketuai Arif Afandi. Bazar ini menggandeng sejumlah industri makanan dan minuman serta para pelaku usaha.
"Kegiatan ekonomi begini mampu
memperkuat ekonomi keumatan. Bazar mini, retail distribusi, adalah gerakan ekonomi retail dengan saham keumatan. Kita iri melihat Darul Arqom. Kenapa NU yang anggotanya puluhan juta tak mampu menciptakan fanatik market," kata Mutawakkil.
Mutawakkil seakan tak paham dengan kiprah lembaganya dalam memainkan peran di dunia usaha. Keberadaan harus menjadi pendamping UKM. Terutama mengemas produk dan mengelola manajemen secara profesional. Harus istiqomah, serius, dan profesional.
NU bukan hanya organisasi keagamaan, tapi kemasyarakatan. Seharusnya konsentrasi di bidang ekonomi, kemakmuran sorsial, dan pendidikan. "Kita semua harus mampu menjadi triple W, yakni waras, wareg, dan wasis (pintar)," katanya.
Roni Sya'roni, dari Lembaga Perkonomian NU menuturkan bahwa saat ini sudah berdiri koperasi syariah, dan kios mikro. Telah pula dibangun jaringan retail. "Kami mendorong dan memfasilitasi para entrepeneur muda NU untuk mau maju," kata Roni.
Ketua LPNU Arif Adandi mengakui bahwa urusan menggerakkan ekonomi warga nahdliyin adalah tanggng jawabnya. Sedang dibangun jaringan toko komunitas bazar. Sudah empat toko yang dimiliki LPNU di Jatim.
"Toko-toko milik kita itu adalah toko modern. Ada disrtrrbusi terpsat, diseidkan stok, hingga manejemen keuangan tersentral," kata Arif.
Diakui butuh kerja keras agar produk dan usaha retail yang dikembangkan bisa diterima pasar. "Namun saya yakin, jika layanan memuaskan, harga bersaing, dan kualitas terjaga, pasar akan percaya. Sebab, pasar itu tak mengenal fanatismer kelompok. Murni produk terbaik," kata Arif.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/suryaahmad-zaimul-haq_20150624_211748.jpg)