Eksklusif Aplikasi Religi

Aplikasi Gratis Lebih Laris, Pengembang Terpaksa Andalkan Iklan

Nah, semakin tinggi jumlah download, semakin besar kemungkinan mendapatkan iklan.

antara
Ilustrasi pengguna smartphone 

Sementara aplikasi religi bertahan lebih lama. Bahkan, aplikasi ini sekali download, akan bertahan selamanya.

“Misalnya aplikasi dzikir atau bacaan Alquran. Kecenderungan orang sekali download akan digunakan selamanya, karena aplikasi itu sudah menjadi kebutuhan selamanya,” tambah Aryo.

Sejauh ini, pengguna smartphone lebih banyak mencari aplikasi gratis. Sedangkan yang berbayar cenderung dihindari.

Ini membuat para pengembang aplikasi mengandalkan iklan sebagai sumber revenue utama.

Developer perlu bersabar. Aplikasi versi android mesti didaftarkan dan dipajang di google playstore, selaku android developer. Pendaftaran dikenai biaya. “Dulu bayar pendaftaran lima dolar AS. Gak tahu sekarang sudah berubah atau belum,” ungkap pengembang program Catfiz messenger ini.

Setelah ada verifikasi dari Google, barulah program itu diunggah ke playstore. Users tinggal mendownload.

Nah, semakin tinggi jumlah download, semakin besar kemungkinan mendapatkan iklan. Biasanya, biro iklan akan menghubungi langsung pihak pengembang.

Iklan yang dipasang ini nantinya masih dibagi antara pengembang dan biro iklan. Iklan yang dibayarkan berdasarkan jumlah klik yang diterima.

Namun ada ketentuan yang sangat ketat, misalnya klik dari telepon yang sama dan interval waktu yang pendek tidak akan dihitung.

Karena itu, untuk mendapatkan pendapatan yang besar, para pengembang sering “ngecer”.

Halaman
123
Penulis: David Yohanes
Editor: Titis Jati Permata
Sumber: Surya Cetak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved