Eksklusif Aplikasi Religi

Aplikasi Gratis Lebih Laris, Pengembang Terpaksa Andalkan Iklan

Nah, semakin tinggi jumlah download, semakin besar kemungkinan mendapatkan iklan.

antara
Ilustrasi pengguna smartphone 

SURYA.co.id | SURABAYA - Ramadan atau syahrul ibadah (bulan ibadah) tak hanya menjadi puncak gairah ibadah bagi kaum muslim.

"Bagi developer, ini adalah momen untuk menyediakan berbagai aplikasi penunjang kelancaran ibadah, terutama melalui smartphone, ” tutur Arya Nugroho, dari komunitas Android Indonesia, Selasa (23/6/2015).

Aplikasi paling umum di antaranya pengingat waktu salat, terjemahan Alquran, dzikir, dan adzan.

Pemanfaatan aplikasi religi berkembang lebih dini di Malaysia. Saat warga negara tetangga sudah berakrab ria dengan aplikasi di gadget, masyarakat Indonesia masih nyaman dengan cara “manual”.

“Baca Alquran lewat buku dan dzikir juga lewat buku. Namun, setelah mereka nyaman memegang dan memandang layar telepon pintar, mulai ada kebutuhan aplikasi,” terang Arya.

Dosen Program Studi Sistem Informasi Universitas Narotama Surabaya ini menambahkan, aplikasi mobile berkembang luar biasa.

Para pengembang berlomba menciptakan aplikasi dengan berbagai basis sistem operasi (OS).

Meski diakui Aryo, saat ini jumlah download terbanyak masih program jenis game. Sedangkan aplikasi religi masih sangat terbatas.

Namun, aplikasi game juga mempunyai batas waktu. Jika permainan selesai, biasanya game akan segera dihapus.

Pengguna telepon pintar akan mencari game lain untuk menggantikan yang lama.

Halaman
123
Penulis: David Yohanes
Editor: Titis Jati Permata
Sumber: Surya Cetak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved