Berita Pamekasan

Gepeng dan Gelandangan Dirazia Satpol PP Pamekasan

“Mereka yang kami amankan di kantor ini, kami data dan dibuat surat pernyataan untuk tidak melakukan tindakan seperti ini lagi.

Gepeng dan Gelandangan Dirazia Satpol PP Pamekasan
surya/muchsin
DIAMANKAN – Gepang dan gelandangan, sebagian besar wanita, termasuk anak-anak, diamankan di kantor Satpol PP Pamekasan. 

SURYA.co.id|PAMEKASAN – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Pamekasan, melakukan razia terhadap pengemis (gepeng) dan gelandangan di Pamekasan, yang belakangan ini banyak berkeliaran, Selasa (23/6/2015).

Dalam razia dengan sasaran pasar tradisionil, minimarket, tempat umum dan perkampungan penduduk, petugas mengamankan sebanyak 17 gepeng, sebagian besar wanita dan anak-anak.

Mereka datang dari Desa Branta Tinggi dan Desa Panglegur, Kecamatan Tlanakan, Pamekasan, serta dari Desa Pragaan Daja dan Pragaan Laok, Kecamatan Pragaan, Sumenep.

Saat mereka dirazia dan hendak dimasukkan ke mobil milik Satpol PP, mereka berontak dan menolak.

Terutama yang sudah usia lanjut, sehingga petugas terpaksa menggotong dan menaikkan ke atas truk dan dibawa ke kantor Satpol PP Pamekasan.

Di antara gepeng dan gelandangan yang dirazia itu, merupakan wajah lama.

Sebab sekitar tiga tahun lalu, mereka juga pernah dirazia dan dibawa ke kantor Satpol PP untuk diberikan pembinaan.

Kasi Penyelidikan dan Penyidikan Satpol PP Pamekasan, Yusuf Wibiseno, kepada Surya mengatakan, razia gepeng dan geladangan ini untuk memberikan rasa tenang dan kekhusukan masyarakat dalam menjalankan ibada puasa, sesuai dengan Perda Nomor 5 Tahun 2015 tentang Penertiban Pelaksanaan Ramadhan.

Menurut Yusuf Wibiseno, awalnya gepeng ini dapat dihitung dengan jari.

Namum memasuki Ramadhan, jumlah mereka bertambah. Mereka mengemis dengan cara bergerombol, membawa anak-anak dan menggendong bayi.

 J“Mereka yang kami amankan di kantor ini, kami data dan dibuat surat pernyataan untuk tidak melakukan tindakan seperti ini lagi.ika pada razia selanjutnya kami menemukan kembali, mereka kami serahkan ke bagioan sosial Pamekasan,” kata Yusuf Wibiseno.

Dikatakan, setelah didata, mereka diantarkan ke tempat asal masing-masing dan dipasrahkan kepada kepala desanya, agar diberi arahan supaya tidak mengemis dan menjadi gelandangan di kota Pamekasan.

Kasis Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Dinsosnakertrans) Pamekasan, Subaidi, mengatakan, untuk menertibkan keberadaan gepeng dan gelandangan ini, masih dicarikan formula baru. Sebab beberapa waktu lalu, mereka sudah diberi modal dan keterampilan, namun mereka tetap kembali seperti ini.

Baca selengkapnya di Harian Surya edisi besok
LIKE Facebook Surya - http://facebook.com/SURYAonline
FOLLOW Twitter Surya - http://twitter.com/portalSURYA

Tags
Pamekasan
Penulis: Muchsin
Editor: Yoni
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved