Pemprov Jatim
Setahun, Pemprov Jatim Beri Beasiswa Guru Madrasah Rp 8,7 Miliar
Beasiswa tersebut merupakan bagian dari program peningkatan kualitas guru Madin tahun anggaran 2015.
Penulis: Mujib Anwar | Editor: Yuli
SURYA.co.id | SURABAYA - Pemprov Jatim memberikan beasiswa untuk guru madrasah diniyah (Madin) sebesar Rp 8,7 miliar, untuk biaya kuliah S1 di perguruan tinggi.
Beasiswa tersebut merupakan bagian dari program peningkatan kualitas guru Madin tahun anggaran 2015.
"Ada sebanyak 1.033 orang mahasiswa yang mendapat bantuan. Nilainya sebesar Rp 8,5 juta untuk setiap mahasiswa," ujar Kepala Biro Kesejahteraan Masyarakat (Kesmas), Bawon Adiyithoni, Senin (15/6/2015).
Ia menyampaikannya saat penandatanganan Kesepakatan dan Perjanjian Kerjasama Pemprov Jatim dengan Kopertais Wilayah IV Surabaya, STAIN Jember, STAIN Pamekasan, dan 33 Perguruan Tinggi Agama Islam (PTAI) di Gedung Negara Grahadi, Surabaya.
Menurut Bawon, 1.033 mahasiswa dari guru Madin yang mendapat beasiswa akan dikuliahkan di 35 PTAI, baik negeri maupun swasta yang memiliki program studi Pendidikan Agama Islam (PAI) dan Pendidikan Bahasa Arab (PBA).
"Semua biaya kuliah dan biaya hidup ditanggung oleh Pemprov," jelasnya.
Gubernur Soekarwo menerangkan, program pemberian bantuan kuliah S1 selama delapan semester di PTAI swasta atupun negeri tersebut sudah sudah dilakukan sejak tahun 2006 lalu.
Selama rentang waktu 10 tahun tersebut, ada sebanyak 9.703 mahasiswa yang mendapatkan beasiswa.
"Dari jumlah itu, sampai sekarang yang sudah lulus ada 4.400 orang,” tegas Pakde Karwo.
Menurut orang nomor satu RI Jatim ini, selain pemberian bantuan beasiswa, konsep pendidikan yang diterapkan harus mengedepankan proses tatap muka dan tak hanya berpatokan pada teknologi.
Hal itu dinilai penting, karena proses metodologi seperti inilah yang harus dimengerti para guru Madin di Jatim.
"Saya ingin konsep pendidikan Islam diniyah salafiyah dari sisi konten dan konteksnya tidak diubah. Karena di negara-negara maju saat ini juga kembali pada metode tatap muka dan tak hanya mengandalkan IT (teknologi informasi)," tandasnya.
Pakde yakin, metode pendidikan diniyah salafiyah yang diterapkan di Jatim ini dapat menjadi bentengnya liberalisasi, karena guru dan murid langsung berinteraksi.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/gedung-negara-grahadi_20150615_210015.jpg)