Berita Jember

Tadarus Pakai Pengeras Suara Dibatasi hingga Pukul 22.00 WIB

Himbauan ini merupakan salah satu poin dari sejumlah imbauan yang akan disampaikan pihak Polres Jember.

SURYA.co.id | JEMBER - Kapolres Jember AKBP Sabilul Alif menghimbau surau, musala, dan masjid memperdengarkan tadarus melalui pengeras suara hingga pukul 22.00 wib saat bulan Ramadan nanti.

Himbauan ini merupakan salah satu poin dari sejumlah imbauan yang akan disampaikan pihak Polres Jember saat bertemu dengan sejumlah stakeholder, Selasa (16/6/2015) pekan depan.

Dalam acara itu, Polres Jember rencananya mengundang antara lain pengusaha rumah makan, pihak perbankan, pengelola hotel, tempat hiburan, toko emas, pengelola SPBU, juga tokoh agama dan masyarakat.

"Ada sejumlah poin yang akan saya sampaikan, salah satunya tentang himbauan tadarus. Tadarus boleh memakai pengeras suara, tetapi kami harapkan sampai jam 22.00 wib.
Setelah itu musala atau masjid cukup memakai pengeras suara di dalam masjid saja," ujar Sabilul kepada Surya, Jumat (12/6/2015).

Takmir masjid atau pengurus muasala, lanjutnya, diharapkan tidak mengaji melalui pengeras suara lebih dari jam tersebut hingga waktunya makan sahur.

"Karena rentang waktu itu kan waktunya orang istirahat. Tentunya kita ingin berpuasa secara khidmat dan tetap menghormati orang lain," imbuhnya.

Untuk tempat makan, pihaknya membolehkan tetap buka asalkan menghormati mereka yang berpuasa. Tempat makan itu untuk menghormati mereka yang tidak berpuasa seperti musafir, orang yang non Muslim, dan para perempuan yang sedang berhalangan.

"Mungkin ada ibu-ibu yang sedang berhalangan, atau orang non-Muslim, juga para musafir. Mereka tentunya membutuhkan tempat makan. Tetapi akan kami tegaskan untuk tetap menghormati warga Muslim yang berpuasa," tegas Sabilul.

Sedangkan Pemkab Jember melarang tempat hiburan beroperasi di bulan Ramadan. Kepala Bagian Humas Pemkab Jember Zainal Abidin mengatakan, bupati telah meminta Kantor Pariwisata membuat surat edaran terkait hal itu.

"Tempat hiburan malam diminta menghentikan kegiatan mereka. Ini untuk menghormati dan memberi rasa nyaman di bulan Ramadan," ujar Zainal.

Penulis: Sri Wahyunik
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved