Partai Golkar

Bakrie Surati Kapolri Agar Larang Aktivitas Kubu Agung Laksono

#JAKARTA - "Saya sudah tulis surat ke Kepala Kepolisian RI, kubu Agung tak boleh jalankan agenda kepartaian," kata Aburizal Bakrie, Jumat malam.

antara/puspa perwitasari
Ketua Umum Partai Golkar terpilih, Aburizal Bakrie (tengah) berjabat tangan dengan Ketua Dewan Pertimbangan Partai Golkar, Akbar Tandjung (kanan) dan tim formatur periode kepengurusan Partai Golkar 2014-2019 Nurdin Halid (kiri) berfoto bersama usai penetapan di Nusa Dua, Bali (3/12/2014). 

SURYA.co.id | JAKARTA - Ketua Umum Partai Golkar hasil Munas Bali, Aburizal Bakrie, mengaku sudah mengirimkan surat ke Kapolri Jenderal Badrodin Haiti. Isinya, Aburizal meminta kubu Agung dibekukan, tidak boleh lagi menjalankan aktivitasnya atas nama Partai Golkar.

"Saya sudah tulis surat ke Kepala Kepolisian RI, kubu Agung tak boleh jalankan agenda kepartaian," kata Aburizal saat membuka Rapimnas VIII Partai Golkar di bawah kepengurusan Munas Riau, di Hotel Shangrila, Jakarta, Jumat (12/6/2015) malam.

Aburizal mengatakan, berdasarkan putusan Pengadilan Negeri Jakarta Utara dan Pengadilan Tata Usaha Negara, maka Golkar yang memilki kekuatan hukum adalah hasil Munas Riau 2009.

Adapun Munas Riau dipimpin Aburizal sebagai ketua umum dan Idrus Marham sebagai sekjen.

"Hukum harus jadi panglima. Langkah demi langkah pengadilan demi pengadilan kita lakukan karena kita yakin kebenaran pasti datang," ucap Aburizal.

Jika memang mau beraktivitas dalam organisasi Golkar, Aburizal menyarankan Agung kembali ke Munas Riau. Apalagi, Agung juga tercatat sebagai wakil ketua umum dalam kepengurusan Munas Riau itu.

"Sayangnya, Pak Agung tidak hadir malam ini, mungkin berhalangan," ucap Aburizal. Ihsanuddin

Editor: Yuli
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved