Kamis, 23 April 2026

Blusukan Walikota Surabaya

Dibonceng Motor, Risma Cari Penyebab Banjir di Sambikerep

Di tempat ini bahkan Risma sempat memanjat tanggul gorong-gorong untuk memastikan kondisi penyebab saluran menyempit.

Penulis: Parmin | Editor: Parmin
surya/parmin
Walikota Surabaya Tri Rismaharini saat menikmati suasana telaga cinta (kiri) dan dengan dibonceng motor dia memantau sejumlah saluran di kawasan Sambikerep, Kamis (11/6/2015). 

SURYA.co.id | SURABAYA - Sekitar dua jam Wilkota Surabaya Tri Rismaharini blusukan di wilayah Kecamatan Sambikerep, Kamis (11/6/2015). Blusukan walikota Risma bukan tanpa alasan.

Dengan dibonceng motor, Risma Didampingi Kepala Dinas PU Binamarga dan Pematusan Erna Purnawati menjelajah sejumlah kawasan Sambikerep.

Blusukan mantan Kepala Bappeko Surabaya ini dimulai dari Perum Perhutani. "Aku tunjukkan gorong-gorong penyebab banjir itu," ujarnya lalu bergegas membonceng motor seorag warga.

Di Jalan Raya Sambikerep - Kuwukan - Jelindro, Risma mengamati jalan yang hampir tanpa saluran tepi. Sesekali ia memberi arahan kepada Erna Purnawati sambil menggambar solusi perbaikannya. "Habis ini kemana lagi," lanjut Risma.

Tak kalah tanggap, Camat Sambikerep Sumarno yang didampingi Lurah Sambikerep Heriyanto lalu mengarahkan Risma ke sebuah areal bakal masjid di bekas tanah kas desa (BTKD) di wilayah RW 04 Sambikerep.

Di lokasi tersebut Walikota meminta areal itu tidak semuanya dibaguna masjid. Dia menyarankan agar ada lahan untuk kepentingan warga, seperti, untuk bozem atau lahan pedagang kaki lima (PKL).

"Kita harus memikirkan nasib warga juga. Jangan masjidnya besar terus gak ada yang menempati. Tapi kalau ada lahan untuk warga itu kan kita bisa memberi pekerjaan warga," sarannya.

Sasaran blusukan Risma berikutnya gorong-gorong di Perum Sambiarum. Di tempat ini dia sempat tercengang mengetahui saluran air yang lebarnya dianggap tak sepadan dengan volume air.

Melihat kondisi tersebut Risma kembali memberikan konsep bakal pembangunan gorong dengan menyeketnya.

Di tempat ini bahkan Risma sempat memanjat tanggul gorong-gorong untuk memastikan kondisi saluran yang menyempit.

Risma juga sempat singgah di sebuah telaga 'cinta' di kawasan Kandangan Benowo. Di telaga yang juga tempat memelihara ikan nila ini, orang nomor satu di Surabaya tersebut mengaku terhibur oleh ikan - ikan itu. Bahkan Risma sempat menabur pakan untuk sejumlah ikan di telaga.

"Wah ini bisa untuk rekreasi," ujarnya singkat.

Blusukan walikota wanita pertama di Surabaya ini berakhir di sebuah telaga berlokasi di area Perum Alam Galaxy. Telaga ini berjarak sekitar 500 meter dari telaga 'cinta'.

Menurut Risma telaga yang juga berstatus BTKD itu akan dibuat bozem untuk menahan air agar tak langsung menggerojok ke Perum Perhutani dan Perum Sambiarum yang loksinya lebih rendah dari wilayah sekitar.

"Memang tidak semuanya bisa diatasi dengan buzemi, tetapi minimal bisa ditahan (banjir) agar tidak langsung meluber," pungkasnya.

Sebelum mengakhiri blusukannya Risma sempat bercengkerama dengan sejumlah Ketua RW dan tokoh masyarakat yang menyertainya.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved