Berita Malang Raya
Sulitnya Memberi Judul Sebuah Foto
Pameran ini rutin dilakukan untuk mengasah kualitas siswa dalam fotografi profesional
Penulis: Sulvi Sofiana | Editor: Wahjoe Harjanto
SURYA.CO.ID | MALANG – 100 Karya jepretan kamera DSLR yang diambil siswa SMA di Kota Malang dipamerkan di Photo Exhibition, di Perpustakaan Umum Kota Malang, Rabu (10/6/2015).
Acara ini sebagian besar menampilkan karya siswa SMA Negeri 5 Kota Malang yang tergabung dalam Dhamysoga Photography and Cinematography Community (DPCC).
Pameran yang diadakan sejak 8 Juni ini juga diikuti sejumlah siswa SMA lain. Karya mereka yang terpilih dapat dipajang dalam deretan karya fotografi bertema landscape, city scape dan human interest.
Aldani Wiratama (19) dan Kevin Bonanza (19) merupakan mahasiswa Desain Komunikasi Visual di Universitas Brawijaya yang menyempatkan diri melihat pameran ini.
Aldani mengungkapkan, karya siswa SMA yang dipajang memang sudah layak dipamerkan. “Saya yang hobi fotografi sejak SMA, dulu hasil fotonya belum sebagus ini,” terangnya.
Menurutnya, sejumlah foto yang di pajang sudah memenuhi nilai seni dan teknik foto yang tepat. “Pemilihan momen yang pas saat menjebret itu susah, ini hasilnya sudah bagus,” ungkapnya saat melihat hasil foto pantulan cahaya matahari terbenam di air.
Seorang anggota DPCC, Nyoman Nadia (17) mengaku hasil fotonya sudah terpajang dua kali dalam pameran yang diadakan setiap tahun ini. Tahun ini 3 foto miliknya terpajang, sedangkan tahun lalu 10 foto. “Tahun ini banyak yang hasil jepretannya bagus, makanya punya saya cuma sedikit,” jelasnya.
Untuk menemukan foto yang sesuai, Nyoman mengaku sering melakukan pencarian foto saat menemani ayahnya berkeliling kabupaten. Namun, sampai saat ini ia mengaku masih kesulitan dalam menentukan judul foto.
“Kadang kami asal jepret dan bagus. Saat mau bikin judul masih bingung. Makanya banyak yang tanpa judul dalam pameran ini,” terangnya.
Sedangkan pembina DPCC, Pujo Suprapto menjelaskan, pameran ini rutin dilakukan untuk mengasah kualitas siswa dalam fotografi profesional sehingga diharapkan dapat memotivasi siswa saat fotonya dilihat banyak orang.
“Mereka biasanya membawa kamera sendiri untuk mengambil foto yang mereka inginkan,” terangnya.
Pemilihan foto yang dipamerkan, menurut Pujo, didasarkan pada teknik foto, cerita foto, pengambilan angel dan faktor X. “Faktor X ini merupakan nilai tambah dari seni dan cita rasa foto itu,” terangnya.
Baca selengkapnya di Harian Surya edisi besok.
LIKE Facebook Page www.facebook.com/SURYAonline
FOLLOW www.twitter.com/portalSURYA