Berita Luar Negeri

Waduh, Perempuan AS Lebih Suka Melajang

Lulusan perguruan tinggi yang hidup melajang lebih kecil dibandingkan dengan mereka yang tidak pernah sampai ke jenjang perguruan tinggi

Penulis: Wahjoe Harjanto | Editor: Wahjoe Harjanto

SURYA.CO.ID | WASHINGTON - Hasil jajak pendapat yang dilakukan Gallup dan disiarkan Senin (8/6/2015), waktu setempat, cukup mencengangkan. Perempuan Amerika (AS) lebih suka melajang dari pada berkomitmen pada ikatan hubungan perkawinan.

Persentase orang muda dewasa Amerika yang berusia 18-29 tahun yang melaporkan sebagai lajang dan tidak hidup dengan seseorang telah naik secara dramatis, dari 52 persen pada 2004 jadi 64 persen pada 2014.

Perkawinan tetap menjadi pengaturan hidup yang dominan buat orang Amerika yang berusia 30-an tahun. Namun orang yang berusia 30-an tahun cuma naik sedikit untuk hidup lajang pada 2014 dibandingkan satu dasawarsa sebelumnya.

Bahkan persentase orang yang berusia 30-an tahun dan menikah telah merosot sebanyak 10 persen. Kebanyakan pengaturan perkawinan orang dewasa Amerika yang berusia 40 tahun dan lebih tidak berubah.

Selama satu dasawarsa terakhir, rata-rata enam dari 10 orang melapor menikah, antara tujuh persen dan delapan persen melaporkan lajang atau tak pernah menikah, dan antara tiga persen dan lima persen melaporkan hidup bersama.

Peningkatan pada orang yang berusia 18-29 tahun yang menyatakan diri sebagai lajang dan tak pernah menikah terlihat pada jajaran luas sub-kelompok, termasuk ras, wilayah pendidikan dan partai politik, kata jajak pendapat tersebut.

Meskipun demikian, lebih kecil kemungkinan orang muda Amerika dari negara bagian Amerika Selatan dibandingkan dari wilayah lain untuk melajang, dan pemuda kulit putih serta Hispanik memiliki kemungkinan lebih kecil untuk hidup lajang dibandingkan dengan pemuda kulit hitam.

Selain itu, makin sedikit perempuan muda dibandingkan dengan lelaki muda yang hidup lajang. Kondisi tersebut menunjukkan banyak perempuan yang berusia 20-an tahun menikah dengan lelaki yang berumur 30 tahun atau lebih.

Sementara sesuai tingkat pendidikan, lulusan perguruan tinggi yang hidup melajang lebih kecil dibandingkan dengan mereka yang hanya sampai atau tidak pernah sampai ke jenjang perguruan tinggi, kata jajak pendapat tersebut.

Baca selengkapnya di Harian Surya edisi besok.
LIKE Facebook Page www.facebook.com/SURYAonline
FOLLOW www.twitter.com/portalSURYA

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved