Pemberantasan Korupsi
Pertama di Indonesia, Surabaya Terapkan Kurikulum Antinarkoba
#Surabaya menjadi kota pertama di Indonesia yang menerapkan kurikulum antinarkoba di semua sekolah.
Penulis: M Taufik | Editor: Yuli
SURYA.co.id | SURABAYA – Surabaya menjadi kota pertama di Indonesia yang menerapkan kurikulum antinarkoba di semua sekolah.
Mulai tahun pelajaran baru mendatang, hampir semua mata pelajaran untuk siswa SMP dan SMU sederajat akan disusupi materi antinarkoba.
Peluncuran kurikulum antinarkoba 2015 digelar berbarengan dengan acara Deklarasi Suroboyo Resik Narkoba di gedung JX Internasional, Selasa (9/6/2015).
Acara ini diikuti oleh 6.500 siswa SMP, SMU, SMK dan madrasah se-Surabaya; 1.800 guru BK dan 1.700 kepala sekolah.
“Saya sangat bangga. Surabaya menjadi kota pertama di Indonesia, dan menjadi pilot projek penerapan kurikulim antinarkoba. Ini bukan aneh-aneh, karena hal ini merupakan amanat undang-undang,” ujar Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Komjen Pol Anang Iskandar saat hadir dalam acara tersebut.
Menurutnya, kurikulum untuk membentengi para siswa agar benar-benar yakin bahwa narkoba itu berbahaya. “Dalam kesempatan ini, saya berpesan kepada semua aparat penegak hukum. Yang belum (terjerumus narkoba) agar dicegah, yang sudah terjerat harus direhabilitasi, dan bandarnya harus dihukum berat. Bila perlu (bandarnya) dihukum mati,” sambung Anang.
Pada acara ini, Anang Iskandar juga menyerahkan sejumlah buku berisi modul penerapan kurikulum antinarkoba kepada Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini. Kemudian, oleh Risma, buku-buku kurikulum tersebut diserahkan ke sejumlah ketua KKS di Surabaya yang juga hadir di JX Internasional.
Modul pembelajaran antinarkoba ini bakal dimasukkan ke dalam semua mata pelajaran yang ada. Misalnya untuk pelajar matematika, di dalamnya bakal disusupi informasi tentang bahaya narkoba. Seperti tentang pembuatan grafik tentang bahaya narkoba, pembuatan data statistic tentang dampak-dampak narkoba dan sebagainya.
Lalu, ada juga di pelajar biologi. Juga disusupi dengan pengetahuan tentang narkoba. Seperti, tentang kandungan-kandungan berbahaya dalam narkoba. Di pelajaran agama, dimasukkan bahwa narkoba adalah barang haram. Kemudian, contoh tentang dampak, satu gram narkoba bisa membunuh sekian banyak orang dan beberapa hal lain seputar bahaya narkoba.
“Semester depan atau awal tahun ajaran baru nanti, kurikulum ini mulai diberlakukan di semua sekolah di Surabaya. Terutama SMP, MTs, SMU, SMK, MA dan sederajat,” kata Wali Kota Risma di sela acara.
Kepada ribuan siswa yang hadir, Risma berpesan agar jangan percaya dengan orang yang baru dikenal. Apalagi, yang mengajak untuk mengonsumsu narkoba. “Jangan hanya karena takut dikatakan kampungan, tidak gaul, dan sebagainya kemudian mau diajak mengonsumsi narkoba. Semua itu bohong,” kata Risma.
“Siswa Surabaya harus berprestasi dan menjadi besar tanpa narkoba. Sekali saja mencoba narkoba, keterusan, maka semua prestasi akan hancur. Dan narkoba akan membuat kalian (para siswa) mengecewakan orangtua yang sejak kecil merawat kalian serta para guru yang bertahun-tahun mendidik kalian,” lanjutnya.
Kepada para guru, Risma mememinta agar selalu mengawasi anak didiknya. Bukan hanya saat jam belajar, tapi ketika jam istirahat juga harus terus dipantau. Khususnya, di tempat-tempat tertutup seperti toilet sekolah, kantin dan sebagainya. Tujuannya sama, agar jangan sampai ada siswa yang terjerumus ke dunia narkoba.
Selain Kepala BNN dan Wali Kota, hadir pula dalam kegiatan ini adalah Kepala BNNP Jatim, Kapolrestabes Surabaya, Kapolres Tanjung Perak, dan sejumlah pejabat lain.
Acara juga dihiasi dengan pagelaran seni oleh para siswa, seperti penampilan band pelajar, tari-tarian siswa SD dan sejumlah pertunjukan seni lainnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/tari-remo-acara-deklarasi-suroboyo-resik-narkoba_20150609_201720.jpg)