Bank Jatim

Gubernur Soekarwo Minta Bank Jatim Kembali ke Khittah

​Dirut Bank Jatim Soeroso mengatakan, pihaknya akan melakukan holding company dengan Bank UMKM Jatim dan Bank Jatim Syariah, dan Jamkrida.

Gubernur Soekarwo Minta Bank Jatim Kembali ke Khittah
mujib anwar
Musisi Ahmad Dhani saat bercengkrama dengan Gubernur Soekarwo yang juga Ketua Demokrat Jatim, Selasa (9/6/2015) di Gedung Negara Grahadi, usai pelantikan Dirut Bank Jatim. 

SURYA.co.id | SURABAYA - Direktur Utama (Dirut) Bank Jatim yang diminta mengembalikan peran dan fungsi sesuai dengan khittah, yakni sebagai bank pembangunan daerah.

Permintaan tersebut disampaikan Gubernur Soekarwo ketika melantik dua Dirut bank milik Pemprov Jatim, Selasa (9/6/2015) siang, di Gedung Negara Grahadi.

Keduanya adalah, Soeroso dilantik sebagai Dirut Bank Jatim dan Subawi menjadi Dirut Bank BPR UMKM.

Sebelumnya, Soeroso adalah Dirut Bank UMKM. Sedangkan Subawi merupakan salah satu Direktur Penasaran Bank UMKM.

Pelantikan dihadiri oleh ratusan pejabat. Mulai pejabat di lingkungan Pemprov Jatim, Bank Indonesia, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Komisi C DPRD Jatim, dan sejumlah pejabat terkait lainnya.

Hadir juga Ahmad Dhani, musisi asal Surabaya yang juga bos Republik Cinta Manajemen.

Gubenur Soekarwo mengatakan, pihaknya percaya Soeroso dan Subawi dapat mengemban amanat yang diberikan untuk memajukan dua bank milik Pemerintah daerah yang dipimpinnya.

"Setelah dilantik, mereka kan sudah menandatangani pakta integritas dan loyalitas," tegasnya.

Hal terpenting lainnya, Pakde Karwo minta Bank Jatim kembali ke khittah sebagai bank pembangunan daerah. Yakni, berkontribusi pada pembangunan daerah dan dapat mewujudkan kesejahteraan masyarakat.

"Jangan hanya margin keuntungan besar saja yang dicari. Yang paling penting adalah mewujudkan kesejahteraan masyarakat sebagai sasaran," tandasnya.

Halaman
12
Penulis: Mujib Anwar
Editor: Yuli
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved