Berita Jember

Plawangan Puger Dangkal, Nelayan Menjadi Korban

"Sedimentasi tahun ini lebih cepat dibandingkan tahun lalu. Memang ada tambahan break-water (pemecah ombak) dan groin (petak tangkis). Sejak itu, sedi

Plawangan Puger Dangkal, Nelayan Menjadi Korban
surya/m rifai
Ratusan nelayan saat mendatangi DPRD Sumenep, Senin (20/4/2015) 

SURYA.co.id|JEMBER - Dinas Peternakan, Perikanan dan Kelautan (Disperikel) Jember mengakui terjadi pendangkalan di sekitar Plawangan Puger.

Pendangkalan akibat sedimentasi tahun ini terjadi lebih cepat dibandingkan tahun lalu.

Pendangkalan itu membahayakan perahu yang keluar masuk di jalur masuk dari muara ke laut lepas (PLawangan) itu.

Hal ini diungkapkan Kepala Disperikel Jember Mahfud Afandi kepada Surya, usai menemui perwakilan nelayan Puger yang berdemo di kantor Pemkab Jember, Senin (8/6/2015).

"Sedimentasi tahun ini lebih cepat dibandingkan tahun lalu. Memang ada tambahan break-water (pemecah ombak) dan groin (petak tangkis). Sejak itu, sedimentasi cepat sekali," ujar Mahfud.

Mahfud menceritakan, ada dua pembangunan di kawasan Plawangan Puger.

Tahun 2013, ada tambahan petak tangkis, kemudian tahun 2014 ada penambahan break-water sepanjang 210 meter.

Petak tangkis itu dibangun atas perintah Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Brantas, dan break-water itu dibangun Pemprov Jatim.

Pembangunan di kawasan itu dilakukan menyusul perintah Presiden Susilo Bambang Yudhoyono ketika berkunjung ke Puger, Agustus 2013.

"Sebelum nelayan demo hari ini, saya sudah mendapatkan laporan dari nelayan juga terkait persoalan ini. Karenanya, kami juga laporkan ke Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Jawa Timur. Kami mendesak ada tindakan nyata karena korban makin banyak," imbuh Mahfud.

Halaman
12
Penulis: Sri Wahyunik
Editor: Yoni
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved