Breaking News:

Bung Karno

Pemilik Rumah Kelahiran Bung Karno Minta Rp 5 Miliar

Soekarno memang lahir di Surabaya tapi tidak lama kemudian pindah ke Mojokerto. Juga sempat di Tulungagung. Orangtuanya menetap di Blitar.

Penulis: Nuraini Faiq | Editor: Yuli
faiq nuraini
Rumah kelahiran Soekarno di Surabaya. Tidak lama setelah lahir, keluarga Soekemi pindah ke Mojokerto dan akhirnya menetap di Blitar. 

SURYA.co.id | SURABAYA - Warna putih di dinding rumah di Jalan Pandean Nomor 40, Kelurahan Peneleh, Kecamatan Genteng, Kota Surabaya, mulai memudar.

Meski mulai tampak kusam, namun bangunan berukuran kecil itu tampak masih kokoh.

Dindingnya pun masih tampak utuh. Di rumah sebuah gang kecil di Surabaya itulah, presiden pertama Indonesia dilahirkan.

Kusno atau kemudian berubah jadi Soekarno atau Sukarno atau Bung Karno adalah anak Raden Soekemi Sosrodihardjo dan Ida Ayu Nyoman Rai.

Pemkot Surabaya semasa Bambang Dwi Hartono menjadikan rumah tersebut bangunan cagar budaya.

Persis di atas pintu rumah kuno itu tertulis, Rumah Kelahiran Bung Karno. Kalimat ini tercetak di plat warna emas. Sama dengan rumahnya yang kusam, penanda cagar budaya ini juga tampak lusuh.

Dalam plakat itu tertulis Bangunan Cagar Budaya, sesuai SK Wali Kota Surabaya nomor 188.45/321/436.1.2/2013. Di bawahnya terulis, Kelurahan Peneleh, RT 04/RW XIII Kec Genteng.

Di sebelah plat kuning emas itu juga tertulis, Rumah Kelahiran Bung Karno Jl Pandengan IV/40.

Sejak dua tahun lalu itulah, kini di gang masuk dipasang baliho besar Kampung Soekarno.

Bahkan tembok gang kini berhias Kampung Soekarno. Termasuk mural bertuliskan Jas Merah (Jangan sekali-kali melupakan sejarah).

Halaman
1234
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved