Breaking News:

Malapraktik di Gresik

Jaksa Khawatir Kalah Lawan Para Dokter Tersangka Malapraktik

#GRESIK - Ini yang kami hadapi orang-orang berpendidikan, ada pengacaranya. Nanti minta praperadilan, kami yang kalah.

Penulis: Sugiyono | Editor: Yuli
SURYA/Sugiyono
Lilik Setiawati (35), ibu Muhammad Gafhan Habibi (5), menunggui jenazah putranya di ruang jenazah RSUD Ibnu Sina, Gresik. Inset: Habibi saat masih sehat 

SURYA.co.id | GRESIK – Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Gresik Zulbahri Bahtiar, akhirnya angkat bicara.

Menurut dia, lamanya pemberkasan kasus dugaan malapraktik yang merenggut nyawa bocah Muhammad Gafhan Habibi karena menunggu kelengkapan berkas.

“Kami harus teliti, cermat dan lengkap dalam pemberkasan perkara yang menyangkut kasus spesialis,” kata Zulbahri, sebelum meninggalkan kantor, Senin (8/6/2015).

Ia menyatakan, lamanya pemberkasan di penyidik Polres Gresik bukan untuk meperlamban, tapi melengkapi dari berkas yang dikembalikan tim jaksa yang meminta adanya saksi tambahan yaitu saksi ahli.

“Jangan mudah menyatakan berkas sudah lengkap, tapi di pengadilan tidak valid. Kami lengkapi dulu, saksi ahli dan barang buktinya,” katanya.

Menurut Zulbahri, kasus dugaan malapraktik ini tidak perkara yang biasa dan umum di masyarakat, tapi membutuhkan pengetahuan khusus.

“Kasus ini tidak seperti kasus maling ayam, yang di pengadilan mengaku, ya sudah, divonis. Ini yang kami hadapi orang-orang berpendidikan, ada pengacaranya. Nanti minta praperadilan, kami yang kalah," katanya.

Seperti berita sebelumnya bahwa para dokter di RSUD Ibnu Sina Gresik curiga atas kasus dugaan malapraktik tang menyangkut dokter tetap di intitusi Pemkab Gresik tersebut.

Kasus tersebut dilihat sebagai bentuk keteledoran dua dokter yaitu dr Yanuar Syam dan dr Dicky Tampubolon yang tidak mengantongi surat izin praktik (SIP) di Rumah Sakit Ibu dan Anak (RSIA) Nyai Ageng Pinatih, Gresik.

Untuk operasi tersebut, kedua dokter ini mengajak dua perawat dari RSUD Ibnu Sina Gresik dan di RSIA Nyai Ageng Pinatih.

Direktur Utama (Dirut) RSIA Nyai Ageng Pinatih drg Achmad Zayadi juga jadi tersangka. 

Pasien Habibi meninggal dunia setelah koma 71 hari sejak 3 Januari 2015.

Pihak keluarga sudah menerima uang tali asih dari ketiga dokter mencapai Rp 750 juta dengan kompensasi harus mencabut laporan di Polres Gresik.

Itu juga dilakukan keluarga Pitono (37) dan Lilik Setiawati (35), warga Dusun Sumber, Desa Kembangan, Kecamatan Kebomas, Gresik yang merupakan ayah dan ibu mendiang Habibi. 

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved