Pemprov Jatim
Pemprov Dukung Risma Sulap Bekas Lokalisasi Dolly jadi Sentra Akik
#SURABAYA - Kalau (lokalisasi) Dolly kan pemberdayaan ekonomi yang sifatnya negatif. Sementara sentra baru akik sifatnya positif.
Penulis: Mujib Anwar | Editor: Yuli
SURYA.co.id | SURABAYA - Pemprov Jatim mendukung rencana Pemkot Surabaya menyulap eks Lokalisasi Dolly dan Jarak menjadi sentra kerajinan batu akik.
Demikian ditegaskan Asisten II bidang Ekonomi Pembangunan Setdaprov Jatim Hadi Prasetyo, Senin (1/6/2015).
Menurut Hadi, memberdayakan sebuah kawasan untuk kepentingan ekonomi yang produktif bagi masyarakat harus didukung. Apalagi jika itu dilakukan terhadap bekas lokalisasi Dolly.
Meski sebelum ditutup, kawasan tersebut merupakan salah satu kawasan ekonomi di Surabaya yang menarik minat masyarakat, karena sangat menjanjikan secara ekonomi. Tapi konteks pemberdayaannya berbeda dengan jika nanti disulap menjadi sentra batu akik.
"Kalau (lokalisasi) Dolly kan pemberdayaan ekonomi yang sifatnya negatif. Sementara sentra baru akik sifatnya positif. Kan bagus, jika Pemkot Surabaya berhasil mengubah Dolly dari negatif ke positif," tegasnya, kepada Surya.
Namun, karena apa yang disampaikan Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini baru sebatas ide awal, Pemprov, kata mantan Kepala Bappeda Provinsi Jatim ini berharap upaya tersebut segera direalisasikan.
"Jangan sampai mereka (mantan PSK) memanfaatkannya untuk sesuatu yang bisa menimbulkan hal-hal yang kontraproduktif," tandasnya.
Untuk itu, Hadi berharap, selain Pemprov, berbagai pihak dan elemen lain di masyarakat juga mendukung rencana Pemkot Surabaya menyulap bekas lokalisasi Dolly dan Jarak sebagai sentra batu akik.
"Jika tidak, orang akan mencari opsi lain untuk memanfaatkan tempat itu," imbuhnya.
Disinggung terkait sejumlah daerah di Jatim yang memiliki potensi sumber daya alam batu alam dan akik yang melimpah, Hadi menyatakan bahwa sampai saat ini Pemprov Jatim belum memikirkan untuk membuat sentra batu akik secara khusus dan menjadi milik provinsi.
Yang akan dilakukan adalah mendorong agar daerah yang kaya SDA batu alam membuat sentra kerajinan dan mengembangkannya menjadi sentra ekonomi baru bagi masyarakat.
"Jika itu dilakukan, peran yang dilakukan Pemprov nanti bisa, misalnya dengan meningkatkan keahlian orang dan pengrajin batu akik agar lebih mumpuni dan punya kompetensi," terang Hadi.
Selain itu, pentingnya ada sertifikasi terhadap hasil kerajinan batu akik agar nilai jualnya makin tinggi juga harus dilakukan.
"Nah, kalau ekonominya semakin bertambah besar dan melibatkan banyak daerah, ya bisa saja nanti provinsi meng-handle-nya," pungkasnya.
Sebelumnya, Minggu (31/5/2015), Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini menyatakan, mulai bulan Agustus nanti kawasan Dolly akan dijadikan sentra batu akik. Untuk mewujudkan itu, dirinya sudah mengirim beberapa warga Dolly ke Pacitan dan Kalimantan untuk belajar tentang batu akik.
Strategi tersebut bertujuan untuk meningkatkan ekonomi warga setempat. Karena batu akik saat ini sedang booming sehingga diharapkan rencana ini akan berdampak besar bagi para warga.
Selain itu, pemanfaatan daerah bekas lokalisasi terbesar di Indonesia ini diharapkan mengubah image Kota Surabaya menjadi lebih baik.