Minum Susu Mencegah Epilepsi
Penderita terbanyak epilepsi berada pada usia 1-6 tahun dengan prosentase 46,5 %.
Penulis: Magdalena Fransilia | Editor: Wahjoe Harjanto
SURYA.CO.ID | SURABAYA - Ratusan bocah Pendidikan Anak Usia Dini (Paud) yang ada di Kelurahan Pacar Kembang ramai-ramai minum susu di Gedung Serba Guna RW VIII Bronggalan 1 Surabaya, Senin (1/6/15).
Acara ini diselenggarakan sebagai peringatan Hari Minum Susu Sedunia sekaligus Hari Anak Internasional, 1 Juni, atas inisiatif Surabaya Neuroscience Institute (SNEi) dan Rumah Sakit Husada Utama, khususnya divisi pediatrik (bedah saraf anak).
Dokter Wihasto Suryaningtyas, Spesialis Bedah Saraf mengatakan, peran susu penting bukan hanya untuk pemenuhan gizi tapi juga untuk epilepsi. "Bukan mengobati, tapi mencegah," ungkapnya.
Ia menambahkan, epilepsi bisa terjadi kapan saja pada anak. Beda dengan penyakit step yang didahului suhu badan tinggi. Pemicu epilepsi, satu di antaranya karena kelelahan dan kurang tidur.
"Anak-anak biasanya suka main video game, lalu ipad dan sejenisnya. Tanpa sadar mereka kelelahan melihat cahaya yang ditangkap mata. Mata itu jendela otak sehingga bila mata lelah kinerja otak menurun lalu mengganggu fungsi saraf lainnya," tambah dr Wihasto.
Data menunjukkan, angka kasus penyakit saraf anak yang ditangani lewat operasi meningkat per tahunnya. RSUD dr Soetomo Surabaya dalam 1 bulan menangani 86 kasus epilepsi anak. Penderita terbanyak epilepsi berada pada usia 1-6 tahun dengan prosentase 46,5 %.
Baca selengkapnya di Harian Surya edisi besok.
LIKE Facebook Page www.facebook.com/SURYAonline
FOLLOW www.twitter.com/portalSURYA
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/magdalena3_20150601_121153.jpg)