In Memoriam Cak Sidik

Gigih Perjuangkan Agar Seni Ludruk Tetap Eksis

Cak Sidik selama ini dianggap paling gigih mengupayakan agar seni ludruk tetap bertahan. Upayaya itu diwujudkan dengan membuat grup ludruk Sidik Cs.

Gigih Perjuangkan Agar Seni Ludruk Tetap Eksis
surya/pramudito
Hunter (kanan) bersama Bambang Gentolet (pakai jaket merah) bersama para pelayat di rumah duka di Jl Ploso Surabaya. 

SURYA.co.id | SURABAYA - Kabar meninggalnya Cak Sidik Wibisono, Rabu (27/5/2015) membuat banyak kalangan merasa kehilangan dan merasa prihatin. Karena Cak Sidik dianggap paling gigih dalam mengupayakan agar seni ludruk tetap bertahan dengan membentuk grup ludruk Sidik Cs bersama Basman.

“Diantara kami, dia paling pandai ngidung dan nyanyi. Sulit lo cari seniman ludruk yang pintar nyanyi sekaligus ngidung. Anak muda sekarang yang main ludruk nggak ada yang bisa seperti itu,” ucap Kartolo.

Karena kemampuan menyanyi plus ngidung itu pula, Cak Sidik sering diminta teman-temannya tampil duluan. “Tapi dia selalu nolak, akibatnya jadi berebut tampil belakangan,” kisah Kartolo.

Selain Kartolo dan Sapari, sejumlah artis Srimulat juga tampak hadir dan mengucap duka cita pada keluarga Cak Sidik. Diantaranya ada Hunter, Bambang Gentolet, Kentus, dan Munali.

“Saya sempat tak percaya waktu dengar kabar Cak Sidik meninggal. Karena kami sempat ketemu, Sabtu (23/5/2015) lalu,” cetus Hunter.

Menurut komedian yang bertugas di Koarmatim ini, waktu itu Cak Sidik mengantar istrinya, Sugiarti yang pentas di Srimulat. “Kami sempat ngobrol lama sambil nunggu Ning Sugiarti pentas. Dia juga sempat tanya apa ada job ludrukan. Ya saya bilang lagi sepi. Sekarang saya saja seringnya tampil main sulap, lantaran nggak ada yang undang untuk nglawak,” beber Hunter.

Dari lima anak Cak Sidik kini tinggal tiga orang. Selain Eko dan Yeni, anak keempat (Fifi Rosiana Dewi) diperkirakan baru hadir Kamis (28/5/2015) ini karena tinggal di Medan. Sedang istrinya, Surya Dewi pun sudah meninggal pada tahun 2006.

Sejak menikah lagi dengan Sugiarti yang seniman campursari, Cak Sidik menjual rumahnya di kawasan Semampir dan pilih kontrak di Jl Ploso tersebut. Jenazah Cak Sidik dimakamkan Rabu (27/5/2015) malam di TPU Semampir berdampingan dengan makam Surya Dewi.

Penulis: Achmad Pramudito
Editor: Achmad Pramudito
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved