Eksklusif Petaka Guru Madrasah
Dana BOS Ngadat, Tunjangan Sertifikasi Pun Ikut Ngadat
Bagi guru PNS, mereka masih bisa tenang, meski TPP tidak cair. Sebab mereka masih punya gaji rutin.
SURYA.co.id | SURABAYA - Di luar gaji dari sekolah, ada sebagian guru madrasah yang mendapatkan bayaran dari pemerintah.
Bentuknya adalah tunjangan profesi pendidik (TPP). Sayang, tunjangan ini pun ngadat. Bahkan, sudah sejak Oktober 2014.
Nurul Azizah, guru MI Yayasan Perguruan Islam Achul Waton (Yapisthon), Surabaya, contohnya.
Dana TPP Azizah belum cair sejak Oktober 2014. Besar uang sertifikasi itu Rp 1,5 juta/bulan. Jika digabung total TPP yang belum cair Rp 9 juta.
“Kalau dibandingkan dengan PNS, saya ini golongan 3A. Sudah sepuluh tahun ini mengajar,” katanya.
Beruntung ibu dua anak ini punya sumber penghasilan lain untuk menopang hidupnya. Salah satunya adalah penghasilan suami.
Azizah mengaku tidak tega melihat banyak teman guru hidup bergantung pada uang TPP itu. “Teman-teman banyak yang butuh uang itu,” pungkasnya.
Menurut Kepala Seksi Pendidik dan Tenaga Kependidikan (PTK) Kanwil Kemenag Jatim, Hani’ah, ada 191.516 guru di Jatim.
Dari jumlah itu, 18.901 adalah guru PNS, sedangkan 172.615 berstatus swasta. Guru madrasah swasta yang menerima TPP 51.799 orang.
Dengan status tersertifikasi, guru swasta berhak atas gaji dari sekolah dan TPP dari pemerintah.
Besar TPP dari pemerintah Rp 1,5 juta/orang/bulan. Sayang, dana ini ngadat sejak Oktober 2014. Itu berarti hingga Mei ini, sudah berlangsung delapan bulan.
Bagi guru PNS, mereka masih bisa tenang, meski TPP tidak cair. Sebab mereka masih punya gaji rutin.
Tapi, bagi para guru swasta, ngadatnya uang sertifikasi itu menjadi pukulan berat. Sebab, itu adalah pendapatan utama.
Mereka pun kemudian bergantung pada gaji murni dari sekolah, seperti yang diterima teman-temannya, sesama guru swasta yang tidak masuk daftar sertifikasi.
Besar gaji guru madrasah ini bervariasi, bergantung kekuatan sekolah. Tapi, umumnya, besarannya di bawah Rp 500.000.
Celakanya, gaji yang cuma senilai satu celana jeans ini juga ikut-ikutan ngadat.
Penyebabnya madrasah-madrasah mengalami ‘kiamat keuangan’ lantaran BOS tak cair. (Eben Haezer Panca/Benni Indo)
Baca selengkapnya di Harian Surya edisi besok
LIKE Facebook Surya - http://facebook.com/SURYAonline
FOLLOW Twitter Surya - http://twitter.com/portalSURYA
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/2705uang-ilustrasi_20150527_090317.jpg)