Menyusuri Museum di Surabaya

Paguyuban Cak Ning Dukung Promosi Lewat Sosmed

Media promosi Museum Surabaya masih sangat kurang. Paguyuban Cak Ning pun bikin akun sosmed untuk membantu promosi museum tersebut.

surya/pramudito
Kehadiran Museum Surabaya diharap bisa menambah obyek wisata di Kota Surabaya. 

SURYA.co.id | SURABAYA - Sejak diresmikan tanggal 3 Mei 2015, tingkat kunjungan ke Museum Surabaya cukup menggembirakan. Sayang, pengunjung museum ini masih banyak yang sekadar memanfaatkan tempat penyimpan benda berserjarah itu untuk selfie.

Informasi yang diperoleh Surya, kunjungan di Museum Surabaya pada Minggu (10/5) lalu tercatat mencapai 1.000 orang. Dari jumlah itu, cukup banyak pula yang merupakan turis asing.

Kunjungan di luar hari Minggu pun cukup besar. Selama 10 hari terakhir rata-rata kunjungan mencapai 300 orang. Bahkan pernah mencapai 500 orang.

Namun, kehadiran pengunjung mulai mengalir setelah selepas Magrib. “Siang ada cuma beberapa. Tetapi, yang berombongan biasanya sore hingga malam. Mungkin kalau siang kan mereka sekolah atau kerja,” ucap Sultan F Huda, finalis Cak 2012 yang bertugas jaga hari itu.

Dari pengamatan Surya, dari sejumlah pengunjung Museum Surabaya kebanyakan masih warga sekitar gedung bekas pertokoan Siola. “Ini tadi diajak teman kesini. Mestinya tadi ngaji, tapi karena ustadnya gak ada ya main ke sini saja,” cetus Naili, warga Jl Gemblongan.

Naili yang siswa kelas 2 SMPN 42 Surabaya itu bersama lima temannya asyik selfie di beberapa sudut museum. “Ayo di sini aja dekat bemo. Aku nggak pernah tahu ada bemo di Surabaya. Minta tolong pak satpamnya foto kita biar bisa di-share di Facebook kan keren,” tutur Halimah, siswa kelas 3 SMP Wahid Hasyim IV.

Sayang tak semua benda di Museum Surabaya bisa memberi informasi maksimal bagi pengunjung terkait kesejarahannya. Beberapa benda di museum itu akhirnya dilewatkan pengunjung lantaran tidak ada keterangan apa-apa dan hanya dianggap pemanis ruangan.

“Memang materi promo dan penjelasan seputar benda di ruangan ini masih kurang. Kami harap ini bisa segera dibenahi Dinas Pariwisata Kota Surabaya,” tandas Sultan.

Menurut Sultan, setiap hari anggota Paguyuban Cak & Ning ada yang membantu menjaga Museum Surabaya. Kehadiran anggota Paguyuban Cak & Ning ini melengkapi petugas yang sudah ada dari Dinas Pariwisata Kota Surabaya.

Ditambahkan, Paguyuban Cak & Ning kini juga sedang mempersiapkan materi promosi Museum Surabaya. “Yang sudah aktif twitter-nya @musbaya. Selanjutnya nyusul Facebook dan sosmed lainnya,” kata Sultan.

Informasi yang di-share melalui jejaring sosial itu diharap makin menambah luas penyebaran kabar mengenai museum tersebut. “Materi promosi memang kurang memadai. Karena itu kami imbangi dengan membuat akun sosmed itu,” imbuhnya.

Penulis: Achmad Pramudito
Editor: Achmad Pramudito
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved