MPP Kembangkan Divisi Grosir untuk Naikkan Pendapatan
Untuk mendukung pengembangan di tingkat daerah, MPP juga melakukan renovasi dan pembukaan toko baru.
Penulis: Sri Handi Lestari | Editor: Wahjoe Harjanto
SURYA.CO.ID | SURABAYA - PT Matahari Putra Prima (MPP) Tbk tetap optimistis di semester II 2015 akan mengalami peningkatan diatas 10 persen. Apalagi salah satu strategi yang sudah dilakukan sejak awal tahun mampu memberi kontribusi yang cukup besar.
"Apalagi strategi pengembangan wholesale atau divisi grosir kami cukup mendapat respon dan tumbuhnya cukup besar dibanding retail meski kontribusinya masih kecil," jelas Danny Kojongian, Director of Corporate Communications MPP, induk dari operasional Hypermart, Foodmart dan Boston, Jumat (22/5/2015).
Divisi grosir ini berupa toko yang sementara ini masih berada di kantor pusat di Kompleks Lippo Karawaci, Cikarang. Di daerah-daerah ada bagian manajerial atau marketing yang membuka cabang untuk melayani grosir dengan pangsa pasar dari hotel, resto, cafe, toko kelontong, dan ritel kecil di daerah-daerah.
"Keberadaan grosir ini tidak hanya untuk keuntungan bisnis kami saja, tapi juga untuk menepis anggapan pasar ritel modern mematikan usaha kecil masyarakat. Kami juga memperhatikan keberadaan mereka untuk sama-sama maju," lanjut Danny.
Secara kontribusi, grosir memang hanya kurang dari 10 persen. Hal itu disebabkan masih sebatas toko yang ada di Jakarta. Kedepannya, bersiap untuk dikembangkan di daerah lainnya, seperti di Surabaya.
Apalagi saat ini Hypermart sudah ada di berbagai daerah dan ada 110 titik. "Ditoko Hypermart itulah nantinya toko cabang grosir juga akan kami sediakan," ujar Danny.
Untuk mendukung pengembangan di tingkat daerah, MPP juga melakukan renovasi dan pembukaan toko baru. Untuk renovasi, salah satunya dilakukan di Hypermart Supermal Pakuwon Indah (SPI) yang reopening dilakukan, Sabtu (23/5/2015).
Bersamaan reopening Hypermart SPI, juga digelar reopening Hypermart di Pejanten, dan Cibubur. Ketiganya disiapkan dengan konsep Generasi Ketujuh (G7) dengan investasi sekitar Rp 20 miliar.
Selanjutnya akan diikuti tujuh gerai Hypermart lain yang akan dilakukan usai Hari Raya Idul Fitri karena Hari Raya Idul Fitri merupakan masa panen dan tahun ini diprediksi kenaikan hingga 10 persen.
"Tahun lalu pendapatan kami sekitar Rp 2,2 triliun, tahun ini target Rp 3 triliun. Sementara untuk target pendapatan akhir tahun sebesar Rp 14 triliun, naik dibanding Tahun 2014 yang mencapai Rp 13,56 triliun," lanjut Danny.
Baca selengkapnya di Harian Surya edisi besok. LIKE Facebook Page www.facebook.com/SURYAonline FOLLOW www.twitter.com/portalSURYA
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/sugik2_20150522_202128.jpg)