Pemerasan Satpol PP Surabaya

Mahasiswi PGRI Adi Buana Yang Dikurung Bareng Gelandangan Itu Ketakutan

Saya datang bersama keluarga Kristin ke Liponsos untuk jenguk dan membawa makanan semalam, tapi tidak diperbolehkan petugas

surya/habibur rohman
Lingkungan Pondok Sosial ( Liponsos) milik Pemkot Surabaya yang berada di wilayah Jl Keputih Tegal Surabaya. 

SURYA.co.id | SURABAYA - Kasus Kristin Dwitayana, mahasiswi PGRI Adi Buana Surabaya yang dijebloskan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) ke Lingkungan Pondok Sosial (Liponsos) Keputih karena tidak memiliki Kartu Identitas Penduduk Musiman (KIPEM) saat razia, Rabu (20/5/2015) malam, terus berlanjut.

Dikabarkan, kondisi Kristin sedang ketakutan. Dia mengaku diintimidasi pihak Liponsos karena berita penangkapannya sudah tersebar di media. (Baca : Satpol PP Kurung Mahasiswi Campur Gelandangan, Juga Peras Rp 4 Juta)

t

Pengakuan ini disampaikan Kristin melalui pesan singkat (SMS) pada Okky Suryatama, rekan Kristin yang sehari-hari berprofesi sebagai Advocat Pro Deo.

Okky yang mengaku mendapat keluhan itu kemudian datang ke Liponsos, Kamis (21/5/2015) malam, namun ditolak oleh petugas.

"Saya datang bersama keluarga Kristin ke Liponsos untuk menjenguk dan membawa makanan semalam. Tapi tidak diperbolehkan petugas alasannya Kristin sudah diberi makan oleh pihak Liponsos," ungkap Okky kepada SURYA.co.id, Jumat (28/5/2015).

t

Padahal menurutnya narapidana saja boleh dijenguk dan dibawakan makanan.

Selain itu, dosen kampus PGRI Adi Buana Surabaya Kamis (21/5/15) sore sudah mendatangi kantor Satpol pp untuk meminta surat keterangan agar Kristin bisa bebas dari Liponsos, namun ditolak petugas liponsos.

"Alasannya karena petugas administrasi Liposos sedang tidak ada ditempat," tambah Okky.

r

Kepala Satpol PP Irvan Widianto membenarkan, sudah ada dosen Kristin yang menjamin dia merupakan mahasiswi PGRI Adi Buana. (Baca : Satpol PP Bantah Peras Mahasiswi Tanpa KIPEM)

"Kalau mau bebas butuh surat keterangan dari kami. Jadi Kristin harusnya sudah boleh pulang," ungkap Irvan.

Setahu Okky, warga yang terjaring razia, untuk bisa keluar dari penampungan Liponsos cukup dijemput keluarganya dengan menunjukkan tanda bukti Kartu Keluarga (KK).

Baca selengkapnya di Harian Surya edisi besok
LIKE Facebook Surya - http://facebook.com/SURYAonline
FOLLOW Twitter Surya - http://twitter.com/portalSURYA

Penulis: Magdalena Fransilia
Editor: Titis Jati Permata
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved