Pemerasan Satpol PP Surabaya

Kepala Liponsos : Kristin Sudah Pulang Dijemput Keluarganya

Ia menampik tudingan jika ada pungutan untuk mengeluarkan Kristin dari Liponsos

surya/habibur rohman
Salah seorang penghuni Liponsos Keputih, Surabaya tidur di pelataran, Kamis (7/5/2015). 

SURYA.co.id | SURABAYA – Kristin Dwitayana, mahasiswi PGRI Adi Buana Surabaya yang dijebloskan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) ke Lingkungan Pondok Sosial (Liponsos) Keputih, Rabu (20/5/2015) malam, akhirnya bisa dijemput keluarganya, Jumat (22/5/2015). (Baca : Mahasiswi Yang Dikurung Bareng Gelandangan Itu Ketakutan)

t

Kristin dijemput ayah, ibu dan adik laki-lakinya yang datang langsung dari Desa Padusan, Kecamatan Pacet, Kabupaten Mojokerto.

"Ayahnya sudah datang dari pagi menjemput Kristin dan membawa berkas untuk menjemput," terang Kepala Lingkungan Pondok Sosial (Liponsos) Keputih, Erny Lutvia kepada SURYA.co.id, Jumat (22/5/2015).

Ia menampik tudingan jika ada pungutan untuk mengeluarkan Kristin dari Liponsos. (Baca : Satpol PP Kurung Mahasiswi Bareng Gelandangan, Juga Peras Rp 4 Juta)

t

“Tidak ada pungutan biaya apapun dalam penjemputan Kristin,” tegasnya.

Menurutnya, keluarga hanya datang dengan membawa kartu keluarga (KK) dan KTP.

Sementara itu, Kristin yang ditemui sesaat setelah keluar dari Liponsos mengaku dirinya salah paham terkait “tebusan” uang sebesar Rp 4 juta.

"Saya waktu itu panik, jadi mencari informasi dari mana-mana. Saya dapat informasi dari orang dalam, dia bilang bisa keluar malam itu juga dengan membayar uang," terangnya.

Baca : Satpol PP Berani Tarik dan Caci Maki Anggota DPRD Surabaya Ini

Baca selengkapnya di Harian Surya edisi besok
LIKE Facebook Surya - http://facebook.com/SURYAonline
FOLLOW Twitter Surya - http://twitter.com/portalSURYA

Penulis: Sany Eka Putri
Editor: Titis Jati Permata
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved