Berita Sidoarjo
Dishub Sidoarjo : Biarkan BTS Beroperasi Sampai Akhir Tahun
Dia meminta agar semua pihak menerima BTS paling tidak sampai akhir 2015.
Penulis: Miftah Faridl | Editor: Titis Jati Permata
SURYA.co.id | SIDOARJO - Kepala Dinas Perhubungan, Joko Santoso meminta agar para pengusaha dan sopir angkutan umum (lin) tidak menolak keberadaan Bus Trans Sidoarjo (BTS).
Permintaan ini disampaikan Joko saat hearing dengan DPRD dan para sopir, Jumat (22/5/2015).
"Saya mohon kepada pengusaha dan sopir jangan menolak BTS. Biarkan bus ini beroprasi dulu," pintanya.
Dia mengaku bisa memahami kegalauan para pengusaha dan sopir lin. Namun dia menegaskan, banyak kompromi agar sopir lin bisa hidup.
Kompromi yang dia maksud adalah rute awal yang ditetapkan pemerintah pusat sebagai pemilik program.
"Pada 2013, rute yang ditetapkan pemerintah pusat itu di bawah (non-tol). Dari Porong, terus ke Buduran, Gedangan sampai Joyoboyo," ungkapnya.
Joko mengaku langsung menolak rute tersebut karena banyak titik yang overlaping dengan rute lin.
Setelah beberapa kali berkoordinasi dengan Kemenhub, rute akhirnya disepakati 25 persen non-tol dan sisanya masuk ke tol Pondok Jati.
Dia meminta agar semua pihak menerima BTS paling tidak sampai akhir 2015.
Dia ingin melihat langsung bagaimana dampak BTS ini terhadap target pengurangan pengguna kendaraan pribadi dan dampak negatif BTS terhadap penghasilan para sopir.
"Saya paham betul keresahan Anda semua. Karena itu saya protes saat rutenya banyak yang tumpang tinduh dengan lin. Bukan juga untuk nyaingi lin," kata Joko.
Kalau kekhawatiran para sopir ini terjadi, dia berjanji bakal mengevaluasi rute.
Baca selengkapnya di Harian Surya edisi besok
LIKE Facebook Surya - http://facebook.com/SURYAonline
FOLLOW Twitter Surya - http://twitter.com/portalSURYA
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/2205bts-sidoarjo-hearing_20150522_165615.jpg)