Berita Pamekasan

Pagu Siswa Sekolah Negeri Dikurangi, Ini Saran Anggota Dewan Pamekasan

Menurut Apik, walau pihaknya belum mendapat laporan jual-beli kursi siswa baru, namun pengurangan pagu siswa pasti menimbulkan persaingan

Pagu Siswa Sekolah Negeri Dikurangi, Ini Saran Anggota Dewan Pamekasan
surya/hayu yudha prabowo
Peserta Ujian Nasional (UNAS) Sekolah Dasar (SD) mengerjakan soal-soal mata pelajaran Bahasa Indonesia di SDN Merjosari IV Kota Malang, Senin (18/5/2015). 

SURYA.co.id | PAMEKASAN – Siswa yang akan masuk SMP dan SMA Negeri tahun ajaran 2015/2016 di Pamekasan harus bersaing ketat. Pasalnya, masing-masing sekolah, mengurangi pagu siswanya.

Dinas Pendidikan (Dindik) Pamekasan pun diminta mengawasi dengan serius proses penerimaan peserta didik baru (PPDB).

Ketatnya persaingan ini, memicu rawannya jual beli kursi siswa baru.

Ketua Komisi IV DPRD Pamekasan, Apik, Kamis (21/5/2015), mengatakan, setiap sekolah dalam melakukan seleski PPDB harus transparan, jangan sampai melakukan praktek jual beli kursi.

Menurut Apik, walau pihaknya belum mendapat laporan jual-beli kursi siswa baru, namun pengurangan pagu siswa pasti menimbulkan persaingan, terutama di sekolah favorit.

“Kami minta kepada siswa dan orang tua siswa, hendaknya menyadari sekolah yang membatasi jumlah penerimaan siswa baru. Ini sudah aturan yang disesuaikan dengan kemampuan daya tamping sekolah. Bila tidak diterima di sekolah yang diimpikan, sebaiknya cepat-cepat mencari sekolah lain dengan kualitas sama,” kata Apik, kepada SURYA.co.id, Kamis (21/5/2015).

Ia menghimbau pihak Dindik memantau langsung dan mengawasi proses seleski PPDB di setiap sekolah.

Apik mengakui, pembatasan pagu siswa baru ini, bukan untuk mempersulit siswa masuk sekolah, tapi semata-mata demi pemerataan siswa di sekolah negeri.

Sehingga tidak terjadi lagi kasus terdapat sekolah kelebihan siswa dan terdapat sekolah kekurangan siswa.
Kepala Dinas Pendidikan Pamekasan, Yusuf Suhartono, yang dimintai konfirmasinya mengatakan, sistem yang digunakan dalam seleksi PPDB reguler tahun ini, menggunakan pembobotan nilai ujian nasional.

Tapi kata Yusuf Suhartono, rumusan PPDB belum dibuat. Sehingga seperti apa detailnya masih dalam pembahasan.

Hanya saja, untuk siswa Pamekasan, mendapat proiritas dibanding siswa luar Pamekasan.

Baca selengkapnya di Harian Surya edisi besok
LIKE Facebook Surya - http://facebook.com/SURYAonline
FOLLOW Twitter Surya - http://twitter.com/portalSURYA

Penulis: Muchsin
Editor: Titis Jati Permata
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved