Senin, 15 Juni 2026

Reuni 12 Pelukis

Ada Penampakan dari Koleksi Pusaka Dokter Hewan

Karya lukis bisa muncul dari mana saja. Namun, ide yang muncul dalam lukisan Ki Sakti Laksono justru tanpa sengaja timbul dari sosok makhluk gaib.

Tayang:
Penulis: Achmad Pramudito | Editor: Achmad Pramudito
surya/zaimulhaq
Lukisan-lukisan yang akan dipajang di Rumah Kebudayaan Unair, Rabu (20/5/2015). 

SURYA.co.id | SURABAYA - Melukis ‘penampakan’? Meski tak pernah secara khusus menggoreskan kuas dan cat ke atas kanvas untuk mengekspresikan makhluk dunia lain, tetapi hasil lukisan Joko Sakti Setya Laksono ini selalu berakhir di tema yang sama: makhluk gaib!

Diakui pria yang akrab dikenal dengan nama Q Sakti Laksono ini, itu semua bermula dari benda-benda kuno yang tersimpan di rumah sekaligus sanggarnya di kawasan Wonorejo Selatan, Surabaya. Ada tumbak, trisula, atau beragam keris.

Makhluk penghuni benda antiknya itulah, menurut Sakti, sering secara tak sadar jadi ‘objek’ lukisannya. “Awalnya, sekadar gores saja. Tapi, dari campuran warna warni yang terpampang di kanvas lagi-lagi yang muncul adalah lukisan yang mistis,” ungkap penyandang gelar dokter hewan dari Universitas Airlangga (Unair) ini.

Lukisan pecinta benda pusaka itu bakal dipajang bersama puluhan karya pelukis lainnya di Rumah Kebudayaan Unair selama 10 hari mulai Rabu (20/5) besok. Ada sekitar 30 lukisan karya 12 pelukis senior menghiasi Rumah Kebudayaan tersebut.

Selain karya Q Sakti Laksana, pameran dalam rangka memeringati Hari Kebangkitan Nasional yang diprakarsai Barkah Wisnu Mindpraja dan Dr Aribowo ini juga memajang karya Amdo Brada, M Fauzi, Gito Kabasa, Haes Her Roesmadhi, Mierza Said, R Nagayomi, Setyoko, Soliek Emer, dan Totok Mardianto.

Aribowo juga ikut pameran? “Saya hanya jadi catatan kaki buat teman-teman pelukis yang sudah mengukuhkan dirinya di dunia ini. Sedang waktu saya kan lebih banyak habis di kampus,” kata Dekan Fakultas Ilmu Budaya Unair ini.

Yang pasti, lanjut Aribowo, pameran tersebut bakal jadi ajang reuni antara dirinya yang cukup lama vakum dari dunia melukis dengan para pelukis senior. “Ini juga semacam retrospeksi setelah beberapa tahun mereka jalan sendiri-sendiri. Momen Kebangkitan Nasional ini digunakan untuk menyatukan semangat mereka yang berkarya sejak tahun 1980an,” paparnya.

Ditambahkan pula, ini untuk pertama kalinya Rumah Kebudayaan digunakan untuk memajang karya lukis. Bangunan yang berlokasi di Jl Darmawangsa 29 Surabaya itu selama ini menjadi tempat kegiatan Pusat Kajian Kebudayaan Jatim. “Segala macam kegiatan kebudayaan bisa dilakukan disini, termasuk diskusi kecil-kecilan,” ujar mantan Ketua Dewan Kesenian Surabaya ini.

Pameran bertajuk Ketemu Bareng Rolas Pelukis ini diharapkan bisa jadi ajang pertemuan antara pelukis dan penikmat lukisan. “Kami harap yang datang gak cuma yang cinta, melainkan juga penikmat lukisan. Karena cinta tak selalu memiliki. Kalau penikmat jelas gak akan merasakan nikmatnya tanpa dibawa pulang,” cetus Wisnu.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

Update Jadwal & Skor
Grup E - Matchday 1
Senin, 15 Juni 2026 | 00:00 WIB
Germany
Jerman
7 - 1
Curacao
Curacao
Grup F - Matchday 1
Senin, 15 Juni 2026 | 03:00 WIB
Netherlands
Belanda
2 - 2
Japan
Jepang
Grup E - Matchday 1
Senin, 15 Juni 2026 | 06:00 WIB
Ivory Coast
Pantai Gading
1 - 0
Ecuador
Ekuador
Grup F - Matchday 1
Senin, 15 Juni 2026 | 09:00 WIB
Sweden
Swedia
5 - 1
Tunisia
Tunisia
Grup H - Matchday 1
Senin, 15 Juni 2026 | 23:00 WIB
Spain
Spanyol
VS
Cape Verde
Tanjung Verde
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga
Memuat video…
© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved