Berita Sidoarjo
Sopir Lin Sidoarjo : Dishub Intimidasi Kami, Kaitkan Uji KIR dengan BTS!
Surat pernyataan itu dibuat dishub dan diajukan ke sopir pemohon uji KIR
Penulis: Miftah Faridl | Editor: Titis Jati Permata
SURYA.co.id | SIDOARJO - Selain mengeluh soal rencana pengoprasian Bus Trans Sidoarjo (BTS), para pengusaha dan sopir lin mengadukan intimidasi yang mereka dapatkan.
Para sopir mengaku kalau Dinas Perhubungan (Dishub) mewajibkan mereka setuju BTS bila ingin uji KIR.
Menurut Junaedi, koordinator lin jurusan Joyoboyo, Sidoarjo, Porong (JSP), banyak anggotanya mengeluh dipaksa tanda tangan surat pernyataan setuju keberadaan BTS kalau ingin mengajukan uji KIR.
Surat pernyataan itu dibuat dishub dan diajukan ke sopir pemohon uji KIR.
"Ini kan bentuk pemaksaan. Sama saja mengintimidasi kami. Uji KIR tidak ada kaitannya dengan BTS. Lha kok harus dipaksa setuju BTS," keluh Junaedi.
Beberapa sopir terpaksa tanda tangan surat itu karena takut tidak bisa mengajukan uji KIR.
"Kalau kita tidak uji KIR, kita kena sanksi. Lha mau uji KIR malah diwajibkan setuju BTS. Bus ini membunuh kami kok kami dipaksa menyetujui. Tolong jangan buat kami semakin sulit. Surat itu juga sama saja adu domba kami sesama sopir," kata Junaedi.
Diberitakan sebelumnya, puluhan perwakilan sopir lin dari 5 trayek yang mogok mengeluhkan nasib mereka ke Ketua DPRD Sidoarjo, Sulamul Hadi Nurmawan dan Kapolres Sidoarjo AKBP Anggoro Sukartono dalam mediasi di ruangan DPRD, Senin (18/5/2015).
Baca selengkapnya di Harian Surya edisi besok
LIKE Facebook Surya - http://facebook.com/SURYAonline
FOLLOW Twitter Surya - http://twitter.com/portalSURYA
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/1805angkot-deui_20150518_135038.jpg)