Partai Golkar

KPU Jatim Berharap Ada Islah Untuk Atasi Prahara Golkar

Tidak sedikit kader Golkar di Jatim yang menjadi incumbent. Sebut saja Rendra Kresna di Kabupaten Malang dan Sambari di Gresik.

antara/puspa perwitasari
Ketua Umum Partai Golkar terpilih, Aburizal Bakrie (tengah) berjabat tangan dengan Ketua Dewan Pertimbangan Partai Golkar, Akbar Tandjung (kanan) dan tim formatur periode kepengurusan Partai Golkar 2014-2019 Nurdin Halid (kiri) berfoto bersama usai penetapan di Nusa Dua, Bali (3/12/2014). 

SURYA.co.id | SURABAYA - KPU Jatim berharap ada islah atas dualisme di tubuh Golkar. Namun demikian, lembaga penyelenggara Pemilu di daerah ini tak punya wewenang apa pun atas konflik di tubuh partai tersebut.

"Kami akan patuh dengan keputusan KPU pusat. Sejauh ini belum ada keputusan apa pun dari pusat menyikapi masalah konflik partai," kata Ketua KPU Jatim Eko Sasmito.

Atas prahara Golkar tersebut, sempat muncul kekhwatiran bahwa hal itu sedikit banyak akan memengaruhi warna politik di daerah.

Apalagi tidak sedikit kader Golkar di Jatim yang kini menjadi incumbent. Sebut saja Rendra Kresna di Kabupaten Malang dan Sambari di Gresik.

Hasil PTUN memutuskan membatalkan SK Kemenkumham yang mengesahkan kepengurusan Golkar kubu Agung Laksono. "Pendaftaran calon kepala daerah masih lama. 26 Juli nanti. Mudah-mudahan sebelum jadwal ini, semua tuntas," harap Eko.

KPU Jatim termasuk yang menunggu babak akhir perjalanan Golkar. KPU tentu akan memberi legitimasi kepada partai yang berhak mengikuti Pilkada. Khusus Golkar yang mencalonkan kandidatnya harus ada keputusan tetap.

Jika masih berlanjut proses hukum termasuk Kemenkumham yang mengajukan banding, waktu akan terus berjalan. Sementara tahapan Pilkada tetutama yang berkaitan dengan Parpol juga berjalan sesuai jadwal.

Jika saat pendaftaran masih terjadi dualisme di tubuh Golkar, KPU Jatim tak bisa berbuat banyak. "Kami tetap akan meminta petunjuk KPU pusat kalau Golkar mendaftar. Tapi pendaftaran kan masih lama," tandas Eko. 

Penulis: Nuraini Faiq
Editor: Yuli
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved