Arsenal
Ray Parlour Lebih Suka Jadi Analis daripada Manajer Tim
#SURABAYA - Ray Parlour mengaku enjoy dengan pekerjaan yang dilakoninya. Ketika disinggung apa mau jadi manajer tim, dia menggeleng.
Penulis: Sudharma Adi | Editor: Yuli
SURYA.co.id | SURABAYA - Setelah pensiun bermain di Arsenal, legenda The Gunners Ray Parlour lebih enjoy menjadi analis sepak bola.
Dia enggan menjadi manajer tim karena beban kerja yang berat.
Usai bertemu fans AIS di Pisa Cafe, Surabaya, eks gelandang Arsenal itu mengaku saat ini sering diminta menjadi analis sepakbola atau komentator pertandingan Primier League di beberapa stasiun TV di Inggris.
"Saya menjadi analis sepakbola di beberapa TV," terangnya, Minggu (17/5/2015) malam.
Dia mengaku enjoy dengan pekerjaan yang dilakoninya. Ketika disinggung apa mau jadi manajer tim, dia menggeleng.
Ray menilai, pekerjaan sebagai manajer tim sangat berat, karena harus berpikir untuk tim selama 24 jam. Tentunya, tingkat stres yang dialami akan lebih besar.
"Kalau menjadi pelatih, bisa saja. Tapi kalau untuk manajer tim, saya pikir tidak," tegasnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/gelandang-arsenal-ray-parlour-blangkon-surabaya-jatim_20150517_215402.jpg)