Warga Kembali Datangi Pembakaran Batok Kelapa
Warga tetap menghendaki pemilik tempat pembakaran tempurung kelapa menutup usahanya karena mengakibatkan polusi udara.
Penulis: Didik Mashudi | Editor: Wahjoe Harjanto
SURYA.CO.ID | KEDIRI - Puluhan warga Desa Pule, Kecamatan Kandat, Kabupaten Kediri, kembali mendatangi pabrik pembakaran tempurung kelapa karena asap dari pembakaran memicu sakit sesak nafas, Minggu (10/5/2015).
Ini merupakan aksi kedua warga yang meminta pabrik pembakaran tempurung kelapa itu ditutup. Jumat (8/5/2015) malam, warga juga mendatangi pabrik pembakaran tempurung kelapa tersebut.
Meski sudah diprotes, namun pengelolanya belum ada tanda-tanda akan menutup usahanya karena di lokasi pabrik masih ada aktifitas pembakaran. Saat warga berdatangan ke lokasi pembakaran, pekerjanya pilih menyingkir.
Untuk mengantisipasi kejadian yang tidak diinginkan, aparat Kepolisian dari Polsek Kandat tampak berjaga di lokasi. Warga tetap menghendaki pemilik tempat pembakaran tempurung kelapa menutup usahanya karena mengakibatkan polusi udara.
"Sudah banyak korbannya, 5 warga kami sempat dirawat di rumah sakit karena sesak nafas," ungkap Dodok Bahyono, Kasun Pule kepada Surya.
Baca selengkapnya di Harian Surya edisi besok. LIKE Facebook Page www.facebook.com/SURYAonline FOLLOW www.twitter.com/portalSURYA
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/didik14_20150510_142002.jpg)