Kamis, 28 Mei 2026

Berita Kab Kediri

Tiga Kali Diprotes Warga, Pembakaran Arang Batok Kelapa Diduga Tak Berizin

"Setahu kami tidak ada warga yang tinggal di sekitar lokasi yang telah dimintai persetujuan izin HO. Sehingga usaha ini belum dilengkapi izin."

Tayang:
Penulis: Didik Mashudi | Editor: Parmin

SURYA.co.id | KEDIRI - Pabrik pembakaran arang tempurung kelapa di Desa Pule, Kecamatan Kandat, Kabupaten Kediri diduga belum mengantongi izin. Karena warga yang tinggal di sekitar lokasi tidak pernah dimintai persetujuan.

"Setahu kami tidak ada warga yang tinggal di sekitar lokasi yang telah dimintai persetujuan izin HO. Sehingga usaha ini belum dilengkapi izin," ungkap Dodok Bahyono, Kasun Pule kepada Surya, Minggu (10/5/2015).

Dijelaskan Dodok, usaha pembakaran arang batok kelapa itu dikelola H Imam Safii dan anaknya yang menjadi anggota dewan. Pabrik pembakaran arang itu telah mulai beroperasi sejak sebulan terakhir.

Meski lokasinya berada di tengah areal persawahan, namun asap yang ditimbulkan dari pembakaran menyebar sampai radius 500 meter.

"Dampaknya dirasakan warga pada malam hari karena asapnya menyebar ke perumahan penduduk," tambahnya.

Setidaknya sudah ada 22 warga yang sempat sesak nafas akibat terlalu banyak menghirup asap pembakaran arang. Malahan lima warga sempat dibawa ke rumah sakit.

"Permintaan warga supaya lokasi pembakaran arang ini ditutup. Karena asapnya mengakibatkan polusi udara," tegasnya.

Dodok juga menambahkan, warga telah memberikan solusi supaya pabrik pembakaran arang dipindah ke persawahan yang jauh dari permukiman. Namun permintaan warga itu belum disetujui pemiliknya.

Sementara protes warga dilakukan dengan mendatangi tempat pembakaran arang. Dari tiga tungku, satu tungku kosong, satu tungku sedang ada aktifitas pembakaran dan satu tungku lagi sudah mejadi arang.

Asap pembakaran menyebar ke permukinan karena cerobong asap dari tungku pembakaran tingginya hanya sekitar 3 meter. Sehingga asapnya tidak menyebar ke udara tapi mengarah ke permukiman warga.

Pabrik pembakaran arang ini telah tiga kali dipindah oleh pemiliknya. Penyebabnya warga yang tinggal di sekitar lokasi memprotes asapnya.

H Imam Safii belum berhasil dikonfirmasi karena saat didatangi ke rumahnya sedang tidak ada di tempat.

Sedang menantunya saat dikonfirmasi melalui telepon mengaku belum mengetahui jika usaha pembakaran arang diprotes warga.

Baca selengkapnya di Harian Surya edisi besok.
LIKE Facebook Page www.facebook.com/SURYAonline
FOLLOW www.twitter.com/portalSURYA

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved