Senin, 13 April 2026

Eksklusif Perang Tarif Hotel

Pendapatan Hotel Turun, Tempuh Strategi Radikal Kurangi Karyawan

Ada 20 karyawan yang dilepas. Ini dilakukan karena pendapatan hotel menurun hingga 50 persen.

surya/habibur rohman
Hotel Narita di Jalan Barata Jaya Surabaya 

SURYA.co.id | SURABAYA - Lain lagi dengan Hotel Narita. Hotel di kawasan Bratang ini menempuh strategi agak radikal, antara lain mengubah sejumlah kamar deluxe menjadi kamar superior dengan tarif Rp 270.000 (harga normal di atas Rp 400.00).

Kulkas hanya didedikasikan untuk kamar deluxe, suite, dan executive.

“Penurunan tarif ini strategi kami untuk menggaet konsumen,” tutur Manager Marketing Hotel Narita Mese.

Selain itu, Narita juga mengurangi jumlah karyawan. Ada 20 karyawan yang dilepas. Ini dilakukan karena pendapatan hotel menurun hingga 50 persen.

”Surabaya memang kota bisnis, berbeda dari Kota Batu atau Banyuwangi yang memiliki potensi wisata. Pertamanan di sini kan hanya dinikmati warga Surabaya saja. Artinya, tidak ada tamu potensial yang memilih untuk menginap di hotel,” tambah Mese.

Strategi mengutak-atik karyawan juga dilakukan manajemen Hotel Oval, dengan memutasi karyawan ke divisi usaha lain.

”Kami memiliki corporate dan market tersendiri. Menghadapi hal seperti ini manajemen memang harus pandai mengelola hotel,” jelas Manejer Marketing Lena Martika

Lena menambahkan, untuk menggaet tamu, pihaknya tidak menurunkan tarif kamar. Tapi dalam momen-momen tertentu, Hotel Oval memberikan diskon.

”Seperti saat ini kami memberikan diskon karena Kota Surabaya tengah dalam suasana ulang tahun,” kata Lena.

Lena mengakui jumlah tamu cenderung turun dibanding tahun sebelumnya. Ia tidak mengelak, turunnya jumlah konsumen itu akibat bertebarnya banyak hotel di Kota Surabaya. (Eben Haezer Panca/David Yohannes/Benni Indo)

Sumber: Surya Cetak
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved