Berita Pamekasan

Mengaku Dirampok, Usai Tarik Rp 8,5 Juta dari ATM BRI

Kapolesk Waru, AKP Junaidi mengatakan, sampai sekarang pelaku belum melapor resmi ke polsek. Sementara anggotanya masih mengumpulkan informasi.

SURYA.co.id | PAMEKASAN – Mohammad Darwis (30), warga Desa Waru Timur, Kecamatan Waru, Pamekasan, mengaku dirampok orang tak dikenal di tengah jalan, usai mengambil uang di ATM BRI Waru, Pamekasan, Rabu (6/5/2015), sekitar pukul 18.00.

Selain korban mengalami luka di bagian belakang kepalanya akibat dibacok pelaku, uang Rp 8,5 juta yang baru ditarik dari ATM amblas dibawa kabur pelaku. Sedang Darwis dirawat di Puskesmas Waru.

Menurut Hakim, yang mendampingi Darwis saat berobat lukanya di Puskesmas Waru, sebelum kejadian Darwis mendapat kiriman uang dari salah seorang familinya yang menjadi TKI di Malaysia, agar uang itu diberikan kepada keluarganya di Waru.

Kemudian Darwis berangkat sendirian mengendarai sepeda motor Honda Revo untuk menarik uang sebesar Rp 8,5 juta di ATM. Selanjutnya uang itu ditaruh dijok.

Namun, dalam perjalanan pulang di Dusun Nangpenang, Desa Waru Barat, tiba-tiba Darwis dicegat dua pelaku naik motor dan salah seorang dari mereka membacok bagian belakang kepala korban.

Setelah itu, pelaku turun mengambil kunci kotak sepeda motor membuka jok dan mengambil uang sebesar Rp 8,5 juta, lalu pelaku itu kabur.

“Korban tidak ingat bagaimana cirri-ciri pelaku yang merampok itu. Karena usai mengambil uang pelaku kabur dan korban dibiarkan di pinggir jalan dalam keadaan luka,” kata Hakim.

Kapolesk Waru, AKP Junaidi mengatakan, sampai sekarang pelaku belum melapor resmi ke polsek. Sementara anggotanya masih mengumpulkan informasi di lapangan termasuk saksi di lokasi. Sedang korban belum dimintai keterangan karena masih sakit.

Dikatakan, berita perampokan itu simpang siur. Semula informasinya korban mengambil uang di ATM Waru, namun berubah lagi. Sebelumnnya mengambil uang di ATM Pakong, lalu mengambil uang lagi ke ATM Waru. Dari baju korban yang dipakai dan disita sebagai barang bukti tidak terdapat bekas darah.

Untuk menguak kasus ini, pihaknya masih meminta print out ATM dan rekaman CCTV (Closed Circuit Television) atau telivisi circuit tertutup, ATM tempat korban menarik uang.
“Nah ini, beberapa kepala desa di Waru mendatangi kami, menayakan kebenaran informasi ini. Karena itu, kami belum bisa memberikan banyak keterangan, karena kami masih menggali, ” kata AKP Junaidi.

Baca selengkapnya di Harian Surya edisi besok.
LIKE Facebook Page www.facebook.com/SURYAonline
FOLLOW www.twitter.com/portalSURYA

Penulis: Muchsin
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved