Rabu, 8 April 2026

Paar Bebas Asean

Ratusan Mahasiswa Kepincut Ikut Pertukaran Pemuda Antar Negara

#SURABAYA - Pertukaran pemuda antarnegara meliputi Kanada, India, Australia, Korea, Tiongkok, dan Jepang.

Penulis: Mujib Anwar | Editor: Yuli
dreamstime.com
ILUSTRASI - Pasar bebas Asia Tenggara. 

SURYA.co.id | SURABAYA - Menjelang pemberlakuan masyarakat ekonomi ASEAN (MEA), ratusan mahasiswa di Jatim ternyata kepincut mengikuti program pertukaran pemuda antar negara (PPAN).

Program ini dilakukan dengan enam negara. Yakni, Kanada, India, Australia, Korea, Tiongkok, dan Jepang untuk program kapal pemuda ASEAN atau Ship for South East Asia Youth Program (SSEAYP).

Kepala Dispora Jatim Sugeng Riyono mengatakan, tahun ini mahasiswa di Jatim yang mendaftar program PPAN yang diselenggarakan Kementrian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) sebanyak 357 orang. Dari jumlah itu, yang dinyatakan lolos seleksi hanya 200 orang.

"Mereka itulah yang berhak mengikuti seleksi tulis dan wawancara," ujarnya, kepada Surya, Rabu (6/5/2015), didampingi Kabid Pengembangan Aktivitas Pemuda Dispora Jatim, Didiek Dwiyanto.

Menurut Sugeng, jumlah pendaftar tahun ini lebih tinggi dibandingkan tahun sebelumnya. Dia menduga, salah satu penyebabnya akan diberlakukannya MEA mulai akhir tahun ini.

"Tahun-tahun sebelumnya tidak sampai 300 orang yang daftar," katanya.

Dikatakan, ratusan pendaftar tersebut akan diperas menjadi 80, sebelum akhirnya diperas lagi jadi 30. Nah, 30 orang itulah yang akan dimasukkan karantina, atau lima orang untuk program di setiap negara

"Hasil karantina itulah yang dipakai menentukan siapa lima pemuda yang terpilih," imbuhnya.

Didiek menambahkan, enam mahasiswa yang terpilih akan dikirim mengikuti program PPAN selama enam bulan penuh. Tiga bulan berada di Indinesia dan tiga bulan sisanya di negara tujuan.

"Bulan Juni nanti mereka berangkat dan akan kembali Oktober," jelasnya.

Kata Didiek, PPAN merupakan program agar generasi muda dari berbagai daerah dan negara dapat saling berinteraksi, berdialog, bertukar pemahaman budaya dan bekerja sama, serta memecahkan masalah bersama.

Syarat mengikuti program ini, antara lain berusia antara 18-30 tahun (bergantung program yang diikuti), minimal lulus SLTA, belum menikah, mampu berkomunikasi bahasa Inggris baik lisan dan tulisan, dan aktif serta berminat di bidang pemberdayaan masyarakat.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved