Breaking News:

WNI Ditangkap di Brunei

Pemeriksaan di Brunei Berlaku terhadap Seluruh Penumpang Asal Indonesia

“Saya diberi tahu jika keduanya ikut diperiksa polisi setelah mereka menelepon pada Senin (4/5/2015) siang,” kata Tukijan, Rabu (6/5/2015) sore.

surya/hayu yudha prabowo
Kondisi rumah pasangan suami istri Pantes Sastro Prajitno dan Rustawi Tomo, WNI yang ditangkap di Brunei karena diduga membawa bahan peledak saat umroh di Desa/Kecamatan Jabung, Kabupaten Malang, Rabu (6/5/2015). 

SURYA.co.id | MALANG - Pemeriksaan polisi Brunei setelah diketahui ada bahan peledak dalam pesawat Royal Brunei B1081, tidak hanya terjadi pada rombongan Umrah PT Al Aqsa, Kota Malang. Sebanyak 69 penumpang asal Indonesia dalam pesawat itu juga turut diperiksa polisi.

Hal tersebut diketahui lewat pengakuan Tukijan (34), warga Desa Rejoyoso, Kecamatan Bantur, Kabupaten Malang yang anggota keluarganya turut dalam pesawat tersebut.
Keluarganya adalah Tohir (34) dan Khotijah (33). Keduanya tinggal di kampong Tukijan

“Saya diberi tahu jika keduanya ikut diperiksa polisi setelah mereka menelepon pada Senin (4/5/2015) siang,” kata Tukijan, Rabu (6/5/2015) sore.

Dalam percakapan itu, Tohir memberi tahu jika seluruh barang bawaannya dibuka polisi Brunei, lalu diperiksa satu per satu.

Begitu juga dengan penumpang lain. “Seluruh barang bawaan penumpang juga turut diperiksa,” kata Tukijan menirukan ucapan Tohir dalam percakapan dengan dirinya.

Walau demikian, pemeriksaan hanya sebatas pemeriksaan barang bawaan dan identitas penumpang. Pemeriksaan mendalam, atau diperiksa di ruang penyidik tak dialami penumpang hingga pesawat yang membawanya ke Abu Dhabi berangkat pada Minggu siang (3/5/2015).

Baca selengkapnya di Harian Surya edisi besok.
LIKE Facebook Page www.facebook.com/SURYAonline
FOLLOW www.twitter.com/portalSURYA

Penulis: Adrianus Adhi
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved