Berita Malang Raya

Rumah Warga Roboh Diduga akibat Pabrik Penggilingan Batu

"Getaran mesin penggilingan batu cukup keras. Ketika mesinnya beroperasi, dinding rumah saya seperti bergetar-getar."

Rumah Warga Roboh Diduga akibat Pabrik Penggilingan Batu
surya/aflahul abidin
Direktur Pemasaran PT MPM Dendy Sean (kiri) berbincang dengan peserta test ride dalam Honda Motoshow di Sidoarjo, Minggu (5/4/2015). 

SURYA.co.id | MALANG - Bangunan rumah milik Damanhuri (37), warga RT 8 RW 1 Kelurahan Madyopuro, Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang, roboh. Diduga, bangunan rumah itu roboh karena terkena getaran mesin pabrik penggilingan batu.

Pantauan di lokasi, Minggu (3/5/2015), bangunan rumah yang roboh berada di bagian belakang. Kondisi bangunan rata dengan tanah. Dinding dan atap rumah hancur berantakan. Bangunan rumah bagian belakang itu biasanya digunakan untuk produksi kue.

Damanhuri mengatakan bangunan rumahnya roboh pada Sabtu (2/5/2015). Beruntung ketika peristiwa terjadi ruangan bagian belakang itu dalam kondisi kosong. Para pekerja di rumahnya sedang libur. Biasanya, tiap hari ada sekitar 18 pekerja yang membuat dan membungkus kue di ruang belakang.

"Kalau pekerjanya tidak libur, mungkin banyak korban yang tertimpa reruntuhan material bangunan rumah," kata Damanhuri ditemui di rumahnya.

Dikatakannya, bangunan rumah miliknya roboh akibat terkena getaran mesin pabrik penggilingan batu. Jarak rumah Damanhuri dengan pabrik penggilingan batu sekitar 25 meter. Menurutnya, sebelum bangunan rumah roboh total, dinding rumah sudah mulai retak-retak.

"Getaran mesin penggilingan batu cukup keras. Ketika mesinnya beroperasi, dinding rumah saya seperti bergetar-getar," ujarnya.

Ketua RT 8 RW 1 Kelurahan Madyopuro, Imam Al Buchori menuturkan sedikitnya ada lima bangunan rumah warga yang berdekatan dengan pabrik penggilingan batu kondisinya retak-retak. Warga menduga penyebab bangunan retak-retak karena terkena getaran mesin pabrik penggilingan batu.

"Sebenarnya banyak warga yang mengeluh dengan aktivitas pabrik penggiling batu. Selain merusak rumah, suara mesin penggilingan batu juga bising membuat warga tidak nyaman," katanya.

Soal rumah warga yang roboh, ia sudah melakukan komunikasi dengan pemilik pabrik penggilingan batu. Ia juga sudah mempertemukan pemilik pabrik dengan warga yang rumahnya roboh.

"Tadi sudah ada kesepakatan antara pemilik pabrik dan pemilik rumah. Pemilik pabrik akan bertanggungjawab untuk memperbaiki rumah. Tetapi, tidak semua, pemilik rumah harus tetap membantu biaya perbaikan," ujarnya.

Pemilik pabrik penggilingan batu, Toni mengatakan tetap akan bertanggungjawab untuk membantu perbaikan bangunan rumah yang roboh. Tetapi, Toni membantah jika dikatakan aktivitas mesin penggilingan batu miliknya yang menjadi penyebab robohnya bangunan rumah warga.

"Tanah di lokasi ini bekas kerukan, kondisi tanahnya bergerak. Bukan karena mesin penggilingan batu. Kalau penyebabnya mesin penggilingan batu, seharusnya sudah sejak lama bangunan rumah warga roboh," katanya.

Baca selengkapnya di Harian Surya edisi besok.
LIKE Facebook Page www.facebook.com/SURYAonline
FOLLOW www.twitter.com/portalSURYA

Penulis: Samsul Hadi
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved