Breaking News:

Eksklusif Ironi Hari Pendidikan

Mantan Atlet Ini Poles Anak Jalanan Jadi Atlet Berprestasi

Pendidikan gratis sudah menjangkau berbagai kalangan, termasuk mereka. Ini berbeda dengan tahun 1996-an.

surya/david yohannes
Pelatih atletik yang juga mantan sprinter nasional Rina Rindawati bersama Muinah (kiri) dan Ayu (kanan) di sekretariat Yayasan Alit Surabaya, Rabu (29/4/2015). 

SURYA.co.id | SURABAYA - Dulu, Sri Rahayu dan Muinah sangat minder di sekolah. Ini karena mereka anak jalanan (anjal) dan dari keluarga miskin.

Tapi, kini rasa percaya diri mereka bangkit seiring prestasi sebagai atlet kebanggaan sekolah.

Ditemui di shelter Yayasan Alit, Sri Rahayu (17) terlihat ceria. Nada bicara siswa kelas 2 SMA ini juga terdengar lepas.

Pemandangan ini sangat kontras dibanding tiga tahun lalu, saat ia duduk di bangku SMP. Kala itu, ia pendiam dan penyendiri.

”Waktu itu, saya takut teman-teman tahu rumah saya di stren kali. Makanya, saya malu dan suka menyendiri, menjauhi mereka,” tutur Ayu.

Selain tinggal di stren kali, di permukiman kumuh di sepanjang bibir sungai Surabaya, Ayu juga menjadi anak jalanan (anjal).

Beruntung ia bertemu relawan Yayasan Anak Lintang (Alit), lembaga yang aktif mendampingi anjal di Surabaya.

Sejak itu, Ayu lebih sering tinggal di shelter Yayasan Alit di Jalan Achmad Jais Gang XI/57 Surabaya.

”Syukurnya tidak sampai putus sekolah. Padahal, saya sudah lari dari orangtua dan jadi anjal,” ungkapnya.

Di yayasan ini, Ayu dimotivasi untuk beprestasi dan mendapatkan bimbingan di luar sekolah, termasuk bidang olahraga, khususnya atletik.

Halaman
123
Tags
buta huruf
Sumber: Surya Cetak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved